Pilkada Jakarta
Suswono Berharap bisa Menang Satu Putaran: Biar Kurangi Anggaran Pilkada Jakarta
Suswono mengungkapkan, jika dirinya tak masalah kontestasi politik yang diikutinya berlangsung dua putaran.
Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Dian Anditya Mutiara
Berbeda ketika berhadapan dengan Ahok, selisih suara antara Ridwan Kamil dan Ahok tak terlalu jauh.
Di sisi lain, terdapat 58 persen responden kemungkinan akan memilih Ridwan Kamil, tetapi tergantung lawannya.
Dari 58 persen itu, hanya 19 persen yang menyatakan loyal kepada Ridwan Kamil dan tak berpindah dukungan. Sementara, 42 persen responden memastikan tak akan mendukung Ridwan Kamil siapapun lawannya.
"Artinya ada banyak swing voter yang bisa digali," ungkapnya.
Pemilih Jakarta, tambah Ahsan, akan mengalami distressed atau tekanan psikologi elektoral karena dua teratas calon gubernur paling disukai dan paling akan dipilih, Anies (39 persen ) dan Ahok (22 persen ) sudah batal berlaga di Pilkada 27 November.
"Untuk itu, kemungkinan Pilkada Jakarta 2 putaran masih sangat terbuka." ungkapnya.
PSG mencatat, kata Ahsan, setelah pengumuman resmi RK-Sus, Pram-Rano, dan Dharma-Kun, terdapat potensi pergeseran suara pemilih Anies ke RK sebesar 47 % , lebih sedikit dari pemilih Ahok yang bergeser ke RK yaitu sebesar 58 % .
Sedangkan gabungan pemilih Anies dan Ahok yang belum memutuskan pilihannya sebesar 40 % .
"Berdasarkan data tersebut, nampak jelas bahwa Pramono-Rano sama sekali tidak bisa menganggap remeh langkah-langkah strategis terkait pembangunan narasi, soliditas tim kampanye, dan keseriusan logistik kampanye yang menyentuh basis-basis suara mengambang," ungkap Ahsan.
Berpuas dengan kampanye di media sosial sama sekali tidak akan menguntungkan Pramono-Rano, apalagi hanya mengandalkan figur imajinatif si Doel.
Disisi lain, tambah Ahsan, pasangan RK-Suswono harus lebih rinci membaca aspirasi warga Jakarta, sebab dalam temuan survei PSG, tema hunian warga jauh dari perhatian 1.540 responden.
"Angka responden yang termasuk cukup besar. RK-Suswono harus bisa melakukan elaborasi lebih serius dalam menyikapi harapan warga pemilih, termasuk memperbaiki cara pandang dan penyikapan pendukung Persija." ujarnya.
PSG, tambah Ahsan, menyimpulkan bahwa RK-Sus dan Pram-Rano memiliki beban kerja berat untuk membangun daya tarik pemilih Anies dan Ahok.
"Mungkin jika salah satunya atau bahkan Dharma Porengkun sanggup merayu Anies untuk menjadi juru kampanye utamanya, mungkin peta elektoral dapat berubah." ucapnya.
PSG merupakan lembaga think-tank dan advisory politik kebijakan, politik elektoral dan politik pemerintahan. PSG bermitra dengan lembaga survei anggota Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). (m32)
Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News
Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini
| KPUD Berhasil Efisiensi di Pilkada Jakarta, Kembalikan Sisa Dana Hibah Rp 448 Miliar ke Pemprov |
|
|---|
| Khoirudin Ungkap Pelantikan Pramono dan Rano Antara 18-20 Februari |
|
|---|
| Pejabat Baru di Lingkungan Pemprov DKI akan Dilantik Setelah Pramono-Rano Karno |
|
|---|
| DPRD DKI Umumkan Pramono Anung-Rano Karno Jadi Gubernur 2025-2030 |
|
|---|
| Pramono Anung Ditemani Istri dan Anak Kedua akan Hadiri di Penetapan Gubernur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ridwan-Kamil-dan-Suwono-di-RSUD34.jpg)