Selasa, 14 April 2026

Teroris

Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Jakarta Barat, Ternyata Sudah Rakit Bahan Peledak

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua orang terduga teroris di wilayah Jakarta Barat. Penangkapan itu dilakukan Selasa (6/8/2024)

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Junianto Hamonangan
kompas.com
Juru bicara Densus 88 Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan Densus 88 Antiteror Polri menangkap dua orang terduga teroris di wilayah Jakarta Barat. Penangkapan itu dilakukan Selasa (6/8/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua orang terduga teroris di wilayah Jakarta Barat.

Menurut Kabag Renmin Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar, penangkapan itu dilakukan pada Selasa (6/8/2024).

"Dua orang yang ditangkap tersebut berinisial RJ dan AM," kata Aswin, kepada wartawan, Rabu (7/8/2024).

Ia menuturkan, keduanya yang ditangkap itu merupakan pendukung dari Daulah Islamiyah atau ISIS.

Mereka menggunggah narasi-narasi dukungan serta propaganda terhadap ISIS di media sosial yang diikutinya.

Baca juga: Polisi Selidiki Pelaku Penembakan di Klapanunggal Bogor dengan Jaringan Teroris

"Kemudian diketahui pula yang bersangkutan mengibarkan bendera ISIS sembari memegang senjata," ucapnya.

"Disertai dengan statement atau ajakan untuk mendukung keberadaan Daulah Islamiyah atau ISIS, Islamic State," sambung Aswin.

Barang bukti yang diamankan dari penangkapan tersebut antara lain satu unit senjata airsoft gun.

Lalu bendera ISIS, beberapa jaket atau pakaian seragam ISIS, pisau lipat hingga bahan kimia yang merupakan bahan peledak.

"Berdasarkan penyidikan yang dilakukan, kami ketahui bahwa dua orang ini telah merakit pula bahan peledak, yang sudah diamankan penyidik Densus 88," katanya.

Kedua orang itu termotivasi melakukan serangan dari paparan atau propaganda yang diterimanya di media sosial atau Internet.

"Memang akan dirakit untuk menjadi bahan peledak. Tapi, kami belum sampai kepada kesimpulan bahwa akan digunakan sendiri atau mencari pengantin orang lain," tuturnya.

"Jadi mereka teradikalisasi, terpapar, dan kemudian memiliki niat untuk melakukan serangan tersebut, termotivasi dari kegiatan di sosial media," lanjut Aswin.

Ia juga memastikan penangkapan kedua orang ini tak berkaitan dengan satu orang berinisial HOK yang ditangkap di wilayah Batu, Malang, Jawa Timur, walau sama-sama simpatisan Daulah Islamiyah.

"Tidak ada (kaitan dengan tersangka HOK)," katanya, secara singkat. (m31)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved