Selasa, 14 April 2026

Bangun Kawasan Terintegrasi di Gading Serpong, Paramount Land Kembangkan Pasadena Central District

Produk residensial pertama dari Pasadena Central District seluas 40 hektar tersebut adalah Grand Pasadena Village.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Dari kiri ke kanan: Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi; Pengamat Tatakota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga; dan Direktur Paramount Land, Norman Daulay, berbincang di sela diskusi bertema Tantangan dan Peluang Pengembangan Kawasan Terintegrasi City within a City, yang digelar Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapwera), di Hotel Atria, Gading Serpong, Selasa (6/8/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM — Meneruskan kesuksesan pengembangan Manhattan District, Paramount Land segera mengembangkan Pasadena Central District di atas lahan seluas 40 hektar di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang.

Proyek baru Paramount Land ini akan dikembangkan sebagai City within a City, yakni distrik selengkap kota yang dekat dengan hunian.

Penghuni di kawasan ini dapat memenuhi kebutuhan harian mereka hanya dalam waktu sekitar 10 menit.

Produk residensial pertama dari distrik tersebut adalah Grand Pasadena Village.

Mengutip paparan riset properti ‘Market Beat Q2 2024: Unveiling Greater Jakarta’s Retail Landscape’ di Jakarta beberapa waktu lalu, Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi menyebutkan bahwa tren baru produk ritel atau komersial saat ini berfokus pada komunitas dan mixed use.

Integrasi ruang hunian, hiburan dan rekreasi begitu kental terlihat sejalan dengan ekspektasi orang-orang kota yang menginginkan pengalaman berbelanja di pusat komersial yang didesain lebih rileks.

Baca juga: Sequis Luncurkan Asuransi Kesehatan, Ini Tips Hadapi Inflasi Medis dengan Bijak dari Donna Agnesia

Baca juga: Sulit Menahan Ketawa Saat Syuting Film Kang Mak From Pee Mak, Marsha Timothy: Celetukannya Lucu-lucu

Tren baru produk retail atau komersial yang lebih diminati itu dikembangkan melalui konsep green, spot-spot nyaman untuk berdiskusi dan cocok untuk sekedar slow healing, dibandingkan pusat perbelanjaan yang dirancang bertingkat-tingkat.

“Kota Gading Serpong kini sukses bertumbuh menjadi kota favorit masyarakat untuk tinggal, berbisnis dan berinvestasi,” ungkap M Nawawi dalam diskusi yang digelar Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera), di Gading Serpong, Selasa (6/8/2024).

“Dengan basis ekonomi industri kreatif, perdagangan dan jasa, kawasan Gading Serpong telah bertransformasi menjadi sebuah destinasi berskala regional,” imbuh M. Nawawi.

Nirwono Joga - 6 Ags
Dari kiri ke kanan: Direktur Paramount Land, Norman Daulay; Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi; dan Pengamat Tatakota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga dalam diskusi bertema Tantangan dan Peluang Pengembangan Kawasan Terintegrasi City within a City, yang digelar Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapwera), di Hotel Atria, Gading Serpong, Selasa (6/8/2024).

Kawasan Terpadu 40 Hektar

Direktur Paramount Land, Norman Daulay menjelaskan bahwa Pasadena Central District merupakan kawasan terpadu dari Paramount Land yang dikembangkan di lahan seluas sekitar 40 hektar.

Hadir sebagai magnet baru di sisi Selatan Gading Serpong dan jalan tembus ke BSD City,  Pasadena Central District bakal menjadi kawasan modern dan inovatif terbesar yang berada di jalan Boulevard utama (ROW 45) Gading Serpong.

Menurut Norman Daulay, kawasan ini memiliki 5 (lima) kekuatan utama yang saling terintegrasi, yaitu Shophouses dengan tipe alfresco, Studio Loft, Residensial, Kavling Komersial, dan Pedestrian Hijau/Green Spine (Pasadena Walk).

Baca juga: Keselamatan jadi Prioritas Utama, Sistem Keamanan Layanan Ride-hailing Ditingkatkan

Baca juga: Fadly Faisal Beri Keterangan Tambahan Kasus Dugaan Penggelapan Rp 1,3 Miliar Eks Manajer Fuji An

“Dengan kekuatan dan keunggulan tersebut kami memproyeksikan Pasadena Central District ini akan menjadi sebuah kawasan komersial dan residensial yang lengkap dengan penataan terpadu dan interaktif,” ujar Norman Daulay.

Dia menambahkan bahwa captive market di kawasan ini juga sudah terbentuk, sudah ada market sehingga calon pebisnis tinggal mencari jenis bisnis yang cocok untuk dikembangkan.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved