Kisah Cahya Mulyani Pengusaha Muda Asal Bekasi, Sempat Nganggur Kini Buka Lapangan Pekerjaan

Kisah pengusaha muda perempuan asal Kabupaten Bekasi bernama Cahya Mulyani (26) patut dijadikan insipirasi bagi generasi muda untuk memulai usaha.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Rendy Rutama
Cahya Mulyani (berkerudung hitam) saat foto bersama ketiga karyawannya di depan Kedai Mbak Aya, Jalan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (3/8/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR - Kisah pengusaha muda perempuan asal Kabupaten Bekasi bernama Cahya Mulyani (26) patut dijadikan insipirasi bagi generasi muda.

Terkhusus bagi seseorang yang belum dapat berkesempatan melanjutkan pendidikan perguruan tinggi karena kendala keuangan atau tengah menganggur.

Sebab Cahya memberikan gambaran perlunya menekuni usaha untuk menjadikan solusi permasalah tersebut.

Sebelum memiliki tempat usaha dengan tiga karyawan, Cahya mengaku memulai semuanya dari ‘0’.

“Saya hanya lulusan SMA, dan tidak punya modal besar untuk jualan, mau kuliah pun juga tidak ada uang, akhirnya cari solusi jualan,” kata Cahya, Sabtu (3/8/2024).

Bermodalkan keinginan untuk mengubah kisah hidupnya, pada tahun 2020 dirinya mulai memberanikan diri untuk memulai usaha.

Kala itu ia berfikir kalau dirinya memiliki potensi dalam bidang Food n Beverage (F&B).

Lalu ia terlebih dahulu meracik sejumlah resep makanan hingga mendapati produk yang dinilainya layak dijual.

“Waktu itu awalnya cari resep aja dulu yang cocok, dan tahun 2021 dapat yang cocok yaitu seputar persambalan,” jelasnya.

Baca juga: Airlangga Ketum Golkar Bantah Bermasalah dengan KIM: Tetap Solid dan Jangan Ada yang Ganggu!

Kemudian pada tahun 2021, pemuda yang kerap disapa Mbak Aya itu mulai menapakan langkah ke sektor bisnis.

Awal usaha, Aya menyampaikan terlebih dahulu menjual tiga menu varian saja, yakni sambal cumi, tongkol dan teri.

Varian itu dikemas di botol berukuran 150 ml dan 120 ml dengan sistem pre order melalui sosial media dan marketplace hingga menyentuh pengiriman lintas pulau Jawa.

“Pesenan itu membludak, satu bulan itu bisa laku 1.000 botol dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu,” lugasnya.

Hingga pada Desember 2023, Aya menyampaikan terkumpul modal untuk meluaskan jangkauan penjualan.

Satu caranya dengan menyewa ruko untuk menjualnya secara sistem offline.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved