Kesehatan
Pemahaman Masyarakat akan Kondom Sudah Tinggi, Tapi Masih Ogah Digunakan
Meski kebanyakan sudah paham soal kondom namun hingga kini masih minim pria yang memakai alat kontrasepsi tersebut.
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Dian Anditya Mutiara
Laporan Kontributor Wartakotalive.com, Lilis Setyaningsih
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Meski kebanyakan sudah paham soal kondom namun hingga kini masih minim pria yang memakai alat kontrasepsi tersebut.
Alat kontrasepsi kondom memiliki fungsi ganda dibandingkan alat kontrasepsi lain.
Selain dapat mencegah kehamilan juga mencegah tertular penyakit seks menular.
Sementara alat kontrasepsi lain hanya memiliki fungsi tunggal sebagai kontrasepsi saja.
Namun, penggunaan alat kontrasepsi kondom bagi pria masih minim.
Pengendalian kelahiran kebanyakan masih dibebankan pada wanita, mulai dari penggunaan pil KB, suntik KB, hingga spiral.
Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), penggunaan alat kontrasepsi pada pria, termasuk vasektomi,dan penggunaan kondom sebagai kontrasepsi tidak mencapai lima persen.
Baca juga: Ditemukan Kondom, Mahasiswi Cantik Bertarif Rp5 Juta Kaget saat Digerebek Sedang Layani Pelanggan
Tercatat penggunaan kondom di Indonesia pada tahun 2021 baru mencapai 3,37 persen. Sementara vasektomi hanya 0.4 persen.
Sejalan juga dikatakan, Febrizky Yahya selaku Konselor dan Sex Educator Tiga Generasi.
Berdasarkan hasil survey Okamoto bersama Rumah Psikologi Tiga Generasi yang mengungkap bahwa lebih dari 65 persen responden merasa penggunaan kondom membuat aktivitas seksual terasa tidak natural.
Oleh karena itu, tak heran jika penggunaan alat kontrasepsi jenis kondom pun cenderung masih rendah.
Padahal, meskipun penggunaannya masih terbilang rendah, nyatanya pemahaman masyarakat akan kondom sudah tinggi.
"Pada hasil survei kami tercatat 86 persen responden memahami kondom efektif sebagai pengendali kehamilan dan 93 persen memahami penularan IMS seperti HIV/AID dapat dicegah dengan kondom," ujar Febrian saat konferensi pers Okamoto di bilangan Panglima Polim belum lama ini.
Sayangnya, persepsi kondom yang mengurangi kepuasan pengguna dan pasangannya masih menjadi barrier utama.
| Faktor Genetik Pengaruhi Risiko Jantung dan Tekanan Darah Tinggi |
|
|---|
| Ketum PERDOSRI: Pentingnya Perubahan Paradigma Layanan Kesehatan Menuju Pemulihan Fungsi |
|
|---|
| IDAI Rilis Panduan Mudik Sehat Bersama Anak, Vaksinasi Jadi Prioritas |
|
|---|
| Buku Saku 'Ngrumat' Diterbitkan, Terobosan Puskesmas Tanpa Dinding untuk Menjamah Pasien Tersisihkan |
|
|---|
| Masalah Kesehatan Perempuan Tak Hanya Reproduksi, Perlu Penanganan Menyeluruh Secara Holistik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pemakaian-kondom-masih-minim13.jpg)