Jumat, 29 Mei 2026

Berita Jakarta

Teknologi AI Dikembangkan PT Botika untuk Jadi Host Acara, Profesi MC bisa Terancam?

PT Botika Teknologi Indonesia menciptakan Artificial Intelligence (AI) yang bisa berinteraksi dengan manusia atau menjadi host di suatu acara

Tayang:
Wartakotalive/Miftahul Munir
PT Botika Teknologi Indonesia menciptakan Artificial Intelligence (AI) yang bisa berinteraksi dengan manusia atau menjadi host di suatu acara. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR -  Perusahaan startup PT Botika Teknologi Indonesia menciptakan Artificial Intelligence (AI) yang bisa berinteraksi dengan manusia atau menjadi host di suatu acara.

Selain membuat host dari kecanggihan AI, perusahaan tersebut juga membuat sebuah aplikasi text to speech atau sebaliknya.

Chief Business and Partnership Botika, Galuh Koco Sadewo mengatakan, pihaknya butuh waktu sekira lima tahun untuk membuat AI host yang bisa interaksi langsung dengan manusia.

Awalnya, perusahaan startup yang didirikan oleh Galuh ini melakukan riset terlebih dahulu. Ia juga menyatakan memantau perkembangan teknologinyang paling baru.

"Di Kementerian Perindustrian kami sudah cukup lama sejak tahun 2017, cuma yang paling baru itu kemarin kami membantu membuat MC atau host robot AI namanya Luna, kemarin kami hadirkan di acara opening Tech Link Summit 2024," katanya, Sabtu (20/7/2024).

Baca juga: Manfaatkan Teknologi AI, Verifikasi Klaim Korban Kecelakaan Lewat Aplikasi JRCare Lebih Efisien

Galuh mengklaim, perusahaannya menjadi yang pertama bisa menciptakan robot AI host di Indonesia.

Bahkan, saat diluncurkan kemarin komunikasi robot AI host milik PT Botika Teknologi dengan manusia dilakukan secara langsung bukan rekaman.

"Robot AI ini bisa digunakan untuk di lokasi wisata, stasiun, edukasi maupun di sarana lainnya agar bisa membantu sarana informasi," tegasnya.

Galuh mengaku, semakin banyak data yang dimasukan ke dalam robot AI host, maka akan meminimalisir eror yang terjadi.

Bahkan, kata Galuh, bahasa yang digunakan oleh robot AI host ini sekira 90 persen lebih atau mendekati sempurna. Sehingga ketika interaksi robot tersebut mampu menjawab secara langsung.

Pria berkemeja batik itu menegaskan, robot AI host ini dibuat dengan memasukan data bahasa Indonesia.

Sehingga, ketika mengucap maka subjek, predikat, objek dan keterangan (SPOK) nya lebih tertata dibanding tenaga robot AI lainnya.

Baca juga: Beri Edukasi Penggunaan AI, Sinergi Wahana Gemilang Gelar SWG Solution Day 2024

"Dari sisi speech to text work erornya itu kurang dari 10 persen, kami jamin robot AI host ini lebih unggul. Bahasa Indonesia kan, bahasa kita sehari-hari, engginer kami juga orang Yogyakarta, sehari-hari pakai bahasa Indonesia," ucapnya.

Galuh melanjutkan, jika ada perusahaan alin yang ingin menggunakan kecanggihan teknologinya, maka bisa mendapatkan lisensi dari PT Botika Teknologi Indonesia.

Namun tentunya uang yang harus dikeluarkan tidak sedikit atau kata Galuh bisa mencapai miliaran hingga triliunan.

"Lisensi itu ada dua, yang pertama sesuai list itu miliran memang. Yang kedua perusahaan bisa bikin di atas platform kami sesuai kebutuhan mereka. Misalnya, 1 menit bayarnya hanya Rp 3.000. Jadi terjangkau," ungkapnya.

Selama lima tahun berusaha menciptakan teknologi canggih, Galuh tentunya memiliki kesulitan.

Apalagi di Indonesia, semua kebutuhan untuk membuat teknologi baru harus keluarkan biasa miliran.

"Pertama memang kami harus jualan sesuatu dulu ya agar mendapatkan nilai yang besar (supaya bisa beli kebutuhan untuk ciptakan robot AI host). Targetnya kami ingin menjadi perusahaan AI dan tidak lagi kiblat AI itu ke Amerika atau China," imbuhnya. (m26)

Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News

Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved