Selasa, 19 Mei 2026

Berita Nasional

PDI-P: Kudatuli Jalan Bagi Jokowi Bisa Jadi Presiden

Ribka Tjiptaning menegaskan, bahwa tanpa adanya peristiwa Kudatuli atau kerusuhan 27 Juli 1996 tak mungkin anak tukang kayu Jokowi jadi presiden

Tayang:
Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Budi Sam Law Malau
Wartakotalive.com/ Alfian Firmansyah
Kudatuli. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning menegaskan, bahwa tanpa adanya peristiwa Kudatuli atau kerusuhan 27 Juli 1996, tidak akan lahir Reformasi yang membawa Indonesia pada demokrasi serta kebebasan pers hingga saat ini. Menurutnya, Kudatuli menjadi pemantik lahirnya iklim demokrasi sekaligus mengakhiri hegemoni Presiden Soeharto dan memungkinkan atau membuka jalan Jokowi menjadi Presiden 

Kemudian nampak  hadir menjadi narasumber Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Ribka Tjiptaning hingga Aktivis Pro Demokrasi Wilson.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengikuti diskusi secara daring.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, bahwa kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro ini menjadi saksi sejarah dan keteguhan  Megawati Soekarnoputri, dalam menghadapi tekanan pemerintahan Orde Baru.

Dimana kata Hasto, peristiwa penyerangan kantor Partai oleh aparat pada 27 Juli 1996 menjadi titik awal gerakan reformasi untuk menumbangkan keotoriteran Presiden Soeharto.

Hasto juga menyakini, dengan menggali seluruh pemikiran Megawati ini, akan mendapati intisari perjuangan bersama rakyat.

“Karena itulah di kantor partai ini menjadi saksi sejarah bahwa peringatan 27 Juli mengapa harus diawali dengan diskusi dan kali ini kita adakan satu minggu sebelumnya, karena kita akan menggali seluruh pemikiran-pemikiran yang melandasi mengapa seorang Megawati dengan tekanan-tekanan yang luar biasa dari era Orde Baru, dengan bujuk rayu kekuasaan yang luar biasa, beliau tetap menempuh suatu jalur yang sangat konsisten,” kata Hasto.

Baca juga: Peringatan Kudatuli 27 Juli 1996, Megawati Yakin Bukan Peristiwa Pelanggaran HAM Biasa

“Agar suara-suara rakyat yang saat itu terbungkam, agar suara-suara rakyat yang saat itu tidak berani berbicara dapat berani berbicara, apa yang menjadi landasan sikap tegar dari Ibu Mega ini yang harus kita pikirkan," sambungnya. 

“Bukan sekedar peristiwa penyerangan kantor 27 Juli, tapi latar belakangnya dan mengapa seorang Megawati punya konsistensi dan keberanian yang luar biasa,” lanjutnya. 

Hasto pun menegaskan, sikap keteguhan Megawati bersama rakyat arus bawah menjadi suatu gerak kemerdekaan untuk berani bersuara, termasuk pers untuk berani bersuara dengan kebebasan pers.

Politisi asal Yogyakarta ini mengingatkan, bahwa jati diri PDI Perjuangan itu berasal dari perjuangannya. 

Maka, penyerbuan kantor PDI pada 27 Juli 1996 pada dasarnya bukanlah sekedar serangan terhadap bangunan fisik. 

“Ia adalah serangan terhadap peradaban demokrasi, serangan terhadap sistem hukum, serangan terhadap kemanusiaan dan serangan terhadap lambang kedaulatan partai berupa kantor partai,” tegas Hasto.

Baca juga: Sejarah Jakarta: Jalan Diponegoro dari Kudatuli Hingga Penetapan Jokowi Calon Presiden

Sementara itu Hasto juga menyampaikan, bahwa dirinya juga telah melaporkan kegiatan diskusi Kudatuli ini langsung kepada Megawati.

Dalam pertemuan itu, Hasto mengatakan, seluruh rangkaian acara diskusi Kudatuli ini, sama dengan peringatan pada 9 tahun yang lalu. Namun yang membedakannya adalah suasana kebatinan yang berbeda di 9 tahun lalu dan hari ini.

“Seperti yang disampaikan Bung Wilson tadi. Karena alam. Yang tadi dikatakan Bung Wilson ini sepertinya ada Neo Orde Baru Jilid Kedua, betul? Itu tadi kesimpulan dari Bung Wilson. Jadi aromanya ini berbeda, suasana kebatinannya yang semakin menunjukkan bagaimana penyalahgunaan kekuasaan nampaknya semakin menunjukkan kemiripan dari apa yang menjadi setting latar belakang peristiwa 27 Juli 1996 tersebut,” imbuhnya. (m32) 

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved