Berita Jakarta

Bertahan di Tengah Gempuran Jaklingko dan Ojol, Begini Riwayat Bajaj di Jakarta Sekarang

Bertahan di Tengah Gempuran Jaklingko dan Ojol, Begini Riwayat Bajaj Sekarang. Kisah itu Disampaikan Pak Min, Sopir Bajaj di Terminal Grogol

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Pak Min (55) Sopir bajaj di Terminal Grogol, Grogol, Jakarta Barat pada Minggu (7/7/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, GROGOL - Meski dikenal sebagai kendaraan umum legendaris Jakarta, keberadaan bajaj kini kian tersingkirkan. 

Mereka seakan kalah pamor dengan angkutan umum gratis, Jaklingko ataupun beragam kemudahan ojek online (ojol) yang bisa diakses hanya lewat ponsel.

Salah satu potret sedikitnya warga yang melirik transportasi bajaj, terlihat di pangkalan bajaj Terminal Grogol, Grogol, Jakarta Barat.

Di area yang diperuntukkan sebagai tempat kendaraan umum menunggu penumpang itu, bajaj lah yang paling banyak menganggur.

Para sopir bajaj terlihat menderetkan kendaraan berwarna birunya itu di area pintu keluar terminal.

Ada sekira enam bajaj yang terparkir untuk mengantre agar dapat penumpang.

Namun, hingga satu jam berselang, belum ada satupun bajaj yang bergeser dari tempat parkirnya. 

Walhasil, para sopir bajaj pun banyak yang hanya duduk-duduk sembari mengipas-ngipaskan tubuhnya yang terbakar sinar matahari.

Adapula sopir bajaj yang memilih tertidur di kursi kemudi, merokok dan menyesap secangkir kopi di sebuah warung, hingga menghibur diri dengan karoke bersama sejumlah pengamen.

Baca juga: Bamus Suku Betawi 1982 Sodorkan Nama Potensial Cagub DKI Jakarta, Ada Ulama sampai Mantan Sekda DKI

Baca juga: Jumlah Pembeli Seragam Menurun Jelang Tahun Ajaran Baru, Pedagang: Pengaruh Pasar Online

Potret riuh memang terlihat di area yang kerap disebut sebagai tongkrongan bajaj itu. 

Namun di tengah keriuhan siang hari, redam hati dan pikiran para sopir bajaj sesungguhnya berkecamuk. 

Sesekali pandangan mereka menyapu area sekitar terminal, berharap ada seseorang datang untuk memesan jasanya. 

Pasalnya, untuk mendapat satu pelanggan, kadang kala sopir bajaj harus menunggu dari pagi hingga malam hari.

Mirisnya potret nasib sopir bajaj sebagaimana diungkap oleh Pak Min (55) sopir bajaj saat ditemui di Terminal Grogol, Grogol, Jakarta Barat pada Minggu (7/7/2024).

"Kalau dulu masih enak, nyari duit gampang, masih ada harganya. Nah, sekarang nyari juga enggak ada harganya," kata Pak Min kepada Warta Kota.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved