Rabu, 6 Mei 2026

Tidak Semua Orang bisa Mudah Bersikap Santai dan Rileks, Begini Penjelasan Pakar

Stres berkepanjangan bisa mendatangkan banyak penyakit. Bukti lain menunjukkan individu yang berjuang melawan stres juga mengalami serangan panik.

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Junianto Hamonangan
Pixabay
Meditasi salah satu cara memudahkan untuk rileks 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sikap rileks dan santai bisa mencegah stres. Stres berkepanjangan bisa mendatangkan banyak penyakit.

Namun, tidak semua orang bisa bersikap santai dan rileks. Mengapa?

Bahkan, ketika mencoba  menghilangkan stres justru menambah stres atau stresslaxed.

Malah kontraproduktif, bikin cemas dan khawatir.

Istilah stresslaxed mengacu pada fenomena atau pengalaman orang-orang dalam keadaan cemas atau stres yang berusaha menenangkan diri dan merasa lebih rileks.

Namun, kata Dr Michael Schirripa- psikiater, orang yang stres memaksakan diri untuk istirahat atau melepas penat.

Ketika seseorang memaksakan dirinya untuk rileks, mereka akan menjadi lebih cemas.

Mereka lebih khawatir tentang seberapa baik atau efisien dapat bersantai.

Istilah klinis untuk stresslaxed adalah kecemasan disebabkan relaksasi

Menurut Deborah Serani PsyD, profesor di Universitas Adelphi, Anda sudah bergumul dengan kecemasan atau terlalu banyak berpikir.

Penelitian menunjukkan bahwa Anda sudah bergumul dengan kecemasan umum atau terlalu banyak berpikir."

"Anda lebih rentan mengalami stres," kata Deborah Serani yang juga penulis buku 'Living with Depression.'

Bukti lain menunjukkan bahwa individu yang berjuang melawan stres juga mengalami serangan panik selain stres dan kecemasan.

Lalu ada orang lain yang mengalami depresi karena tidak bisa bersantai dengan bebas.

Otak menolak relaksasi saat dipaksakan

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved