Narkoba

Ojol Temukan Sabu dalam Paket Mie Instan, Polisi Berkomitmen Perkuat Patroli di Kampung Ambon

Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, dikenal sebagai sarang narkoba. Karena itu polisi berkomitmen patroli rutin.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/ Nuri Yatul Hikmah
Kapolsek Cengkareng Kompol Hasoloan Situmorang mengatakan polisi akan memperkuat patroli di kawasan Kampung Ambon sebagai buntut dari kasus driver ojol dapat paket kiriman berisi sabu dalam kemasan mie instan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Usai ditemukannya sabu dalam sebuah paket mi instan oleh seorang pengemudi ojek online berinisial MR (35), polisi kini memperkuat patroli wilayah di sekitar Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat.

Diketahui, MR pertama kali diminta mengantar paket mie instan oleh seseorang bernama Naldo, di sekitar wilayah Kampung Ambon, Senin (1/7/2024) lalu.

Baca juga: Saputra Dibegal 4 Pelaku Berjaket Ojol di Kampung Ambon, Motor Untuk Bekerja Raib, Warga Tolak Bantu

"Yang utama kami patroli ke sana. Dan di sana ada posko terpadu juga ya. Di situ satuan Polda juga," kata Kapolsek Cengkareng Kompol Hasoloan Situmorang kepada wartawan, Jumat (5/7/2024).

Menurutnya, ada puluhan personel kepolisian yang ditempatkan untuk mengamankan lokasi selama 24 jam penuh.

"Satu piket bisa 20 orang lebih, dan itu terus 24 jam mereka patroli," ungkap Hasoloan.

Kendati begitu, Hasoloan menyebut jika pihaknya belum akan melakukan penggerebekan dalam waktu dekat.

"Nanti. (Penggerebekan) di sana kami harus kekuatan besar," pungkasnya.

Baca juga: Polisi Tangkap Kurir Sabu di Kampung Ambon, AKBP Panjiyoga: Kami Tunggu Informasi Senyap Berikutnya

Sebelumnya diberitakan, seorang pengemudi ojek online berinisial MR (32) membongkar aktivitas jual beli sabu yang dilakukan oleh seorang warga, di Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (1/7/2024) malam.

Hal itu terjadi usai MR menerima pesanan barang dari seseorang yang bernama Naldo, di Jalan Kristal, Cengkareng, Jakarta Barat.

Saat menuju titik awal pengambilan paket, MR langsung memiliki perasaan tidak enak.

Pasalnya saat ia mengambil pesanan, pengirim tengah berkerumun bersama rekan-rekannya berada di pinggir jalan raya.

"Saya tuh punya perasaan enggak enak, karena di sepanjang gang itu sebelum pick up (ambil pesanan), banyak sekali orang yang terlihat menyeramkan seperti preman," kata MR kepada wartawan, di Palmerah, Jakarta Barat, Senin.

Bukan hanya nampak seperti preman, beberapa dari mereka juga ada yang tengah mencatat sesuatu dalam posisi duduk dan berdiri.

Namun lantaran hendak mencari aman, MR berupaya diam dan menerima saja paket kiriman Naldo. Tetapi, ia tidak lantas membuka isi barang tersebut dan memfotokannya.

Ia langsung tancap gas dan pergi mengantar paket Naldo yang terbungkus plastik hitam itu.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved