Berita Jakarta
Terbang ke Washington DC, Prasetyo Tuntaskan Hibah Rp 10 Miliar untuk MRT dari Amerika Serikat
Terbang ke Washington DC, Prasetyo Tuntaskan Hibah Rp 10 Miliar untuk MRT dari Amerika Serikat
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menegaskan komitmennya terhadap upaya mengurai kemacetan di Jakarta melalui pengembangan transportasi massal.
Sebab, kemacetan telah memberikan sumbangan terhadap terjadinya polisi udara di Jakarta.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai pengembangan transportasi publik seperti Mass Rapit Transit (MRT) perlu dilanjutkan.
Karena itulah, DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Washington DC, Amerika Serikat (AS) pekan lalu untuk melihat pengembangan transportasi publik yang mumpuni di sana.
Kunjungan kerja itu sekaligus untuk menindaklanjuti hibah dari pemerintah Amerika Serikat kepada PT MRT selalu pengelola MRT Jakarta.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut mendapatkan dana hibah senilai 709.630 dolar AS atau setara Rp 10 miliar untuk studi kelayakan usulan inisiatif energi baru terbarukan (renewable energy) dari pemerintah AS melalui United States Trade and Development Agency (USTDA).
Baca juga: Identitas Pria yang Akhiri Hidup di Flyover Cimindi, Alumni 2011 dan Guru SMK Sangkuriang 1 Cimahi
Baca juga: Viral Curhatan Dimas, Pria yang Akhiri Hidup di Flyover Cimindi, Bandung, Ini Isi Lengkap Tulisannya
Pras, sapaan akrabnya mengungkapkan, pemberian hibah ini sudah ditandatangani sejak 2022 di Bali, Indonesia.
Namun, implementasi MRTJ dan USTDA memulai Request for Proposal (RFP) untuk mendapatkan konsultan yang capable untuk melaksanakan kajian ini dilakukan 2023.
“Transportasi publik menjadi hal penting bagi Indonesia untuk mewujudkan tujuan kontribusinya terhadap perubahan iklim. Apalagi, di Jakarta yang menjadi kota global,” kata Pras dari keterangannya pada Selasa (2/7/2024).
Menurutnya, DPRD DKI Jakarta juga memberikan dukungan kepada PT MRT Jakarta untuk menggunakan teknologi termutakhir dan solusi pintar berbasis perubahan iklim untuk pengembangan MRT Jakarta.
Harapannya untuk mengurangi polusi udara di Jakarta dapat terwujud.
“Tentu ini bisa mengurangi polusi udara di Jakarta dan hemat listrik bisa mencapai 82 persen. Detailnya nanti MRT akan menjelaskan,” imbuhnya.
Selain itu, DPRD DKI juga akan meminta penjelasan secara komprehensif sistem atau penggunaan panel surya di atap stasiun dan depo untuk mendorong efisiensi energi.
Jadi, bisa menghemat penggunaan listrik.
“Kami sebagai pengawas berkewajiban mengawasi ini berjalan dengan baik,” jelasnya,
Dinilai Mendesak, Golkar DKI Dukung Pembangunan RS Royal Batavia Cakung |
![]() |
---|
Kemacetan Mulai Terurai, Galian Pipa di Jatiwaringin-Hek Kramat Jati Ditutup |
![]() |
---|
Cegah Kelompok Anarkis Masuk ke Permukiman, Warga Palmerah Jakarta Barat Bersama-sama Jaga Kampung |
![]() |
---|
Jalan Asia Afrika Kembali Normal Usai Kericuhan, Massa Bertahan di Depan Senayan City |
![]() |
---|
AI di ITCS Tidak Terelakkan, Basri Baco Ingatkan Jangan Sampai Hapus Peran Manusia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.