Berita Jakarta
Ada Subsidi Bunga, Deny Yusyulian Dorong Peserta Manfaatkan Program Kepemilikan Rumah BPJamsostek
terus melakukan sosialisasi dan edukasi termasuk dengan memanfaatkan peran media massa untuk membumikan program perumahan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK memberi kemudahan bagi peserta khususnya pekerja untuk memiliki hunian melalui manfaat layanan tambahan (MLT) program perumahan.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jakarta, Deny Yusyulian mengatakan manfaat layanan tambahan ini merupakan program perumahan yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kepastian bagi para pekerja dalam memiliki rumah.
"Program MLT perumahan ini sebagai dukungan dalam menyukseskan program ‘sejuta rumah’ dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian dan membuka lapangan kerja serta menjaga pekerja/buruh untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja”, ungkap Deny saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Rabu (26/6/2024)
MLT merupakan fasilitas yang diberikan oleh BPJamsostek kepada peserta program JHT dalam bentuk PUMP maksimal sebesar Rp150 juta.
Kemudian pinjaman renovasi perumahan maksimal sebesar Rp200 juta, serta KPR maksimal Rp500 juta.
Baca juga: APINDO dan Serikat Pekerja DKJ Kompak Minta Pemerintah Cabut PP 21 Tahun 2024 Tentang Tapera
Deny menjelaskan, kemudahan mendapatkan hunian dan renovasi ini adalah manfaat layanan tambahan dari program jaminan hari tua (JHT) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JHT.
Selanjutnya, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 35 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian, Persyaratan, dan Jenis Manfaat Layanan Tambahan.
“Ada empat jenis manfaat layanan tambahan yang dapat diakses peserta BPJamsostek, yakni kredit kepemilikan rumah (KPR), pinjaman uang muka perumahan (PUMP), pinjaman renovasi perumahan (PRP), dan fasilitas pembiayaan perumahan pekerja/kredit konstruksi (FPPP/KK)," jelas Deny.
Baca juga: Peroleh Kredit MLT BPJS Ketenagakerjaan, Developer Bangun 200 Rumah Pekerja
Untuk Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jakarta, menurut Deny, pihaknya sudah menyalurkan Rp159 miliar untuk program tambahan tersebut.
"Sedangkan jumlah pekerja yang memanfaatkan program tambahan ini sebanyak 556 peserta. Memang masih cukup kecil, karena mungkin belum banyak masyarakat yang tahu," ungkapnya
Untuk itu, Denny akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi termasuk dengan memanfaatkan peran media massa untuk membumikan program tersebut kepada masyarakat luas.
"Sebab ada banyak penawaran menarik jika pekerja memanfaatkan layanan tambahan ini. Mulai dari subsidi bunga, suku bunga lebih rendah dari suku bunga komersil, dan tenor pinjaman lebih panjang 10 sampai dengan 30 tahun," katanya
Di kesempatan sama, Elly Ginandjar selaku Wakil Kepala Wilayah Bidang Pelayanan menyebutkan bahwa dalam program kepemilikan Rumah ini BPJAMSOSTEK bekerja sama dengan beberapa perbankan dan developer untuk membantu mensukseskan kepemilikan rumah bagi para pekerja.
Elly Ginandjar mengungkapkan, untuk mendapatkan manfaat tersebut, peserta harus sudah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek selama minimal satu tahun.
Selain itu, terdaftar minimal tiga program antara lain Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan aktif membayar iuran.
“Masing-masing jenis produk MLT bertujuan untuk membantu pekerja penerima upah mendapatkan rumah dengan plafond yang berbeda-beda. Bagi peserta yang ingin memanfaatkan jenis layanan dari program ini bisa mengakses melalui aplikasi JMO atau datang ke kantor BPJamsostek terdekat untuk informasi lebih lanjut," ungkap Elly Ginandjar
Terus jangkau pekerja informal
Di sisi lain, Deny Yusyulian memastikan pihaknya akan terus berupaya untuk menjangkau pekerja dari sektor informal atau bukan penerima upah.
Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 863 ribu pekerja informal yang sudah bergabung dengan kanwil BPJS Ketanagakerjaan Jakarta.
"Untuk yang belum bergabung diperkirakan masih ada 1,4 juta pekerja informal. Untuk itu kami terus mendorong agar mereka bergabung menjadi peserta agar bisa menikmati manfaat program perlindungan ketenagakerjaan," tandasnya
Baca juga: BPJamsostek Mampang Ajak Agen BriLink jadi Partner Merekrut Peserta dari Pekerja Informal
Deny juga mengungkapkan, pihaknya mendorong Gerakan Nasional Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda (SERTAKAN) yang telah diperkenalkan sejak tahun 2022 selain sosialisasi dan edukasi.
"Gerakan ini sejalan dengan salah satu prinsip jaminan sosial yakni gotong-royong," ucapnya
Melalui gerakan ini BPJS Ketenagakerjaan ingin mengajak masyarakat untuk turut peduli dengan para pekerja BPU yang ada di sekitarnya dengan cara mengikutsertakannya menjadi peserta.
"Banyak pekerja BPU yang sebenarnya sudah memahami bahwa pekerjaannya berisiko dan membutuhkan perlindungan, namun keterbatasan finansial membuat mereka belum mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Bank Sampah Induk di Kacamatan Makasar Diresmikan, Munjirin Dorong Ekonomi Sirkular Warga |
|
|---|
| Satpol PP Jaksel Sita Ratusan Botol Miras Ilegal di Tebet dan Kebayoran Baru |
|
|---|
| Pengendara Motor Tabrak Petugas PPSU di Pasar Rebo Jakarta Timur, Begini Awal Kejadiannya |
|
|---|
| Parkir Liar di Bahu Jalan, 3 Mobil di Cipinang Melayu Diderek Petugas Sudinhub Jakarta Timur |
|
|---|
| Imbas Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo, LRT Jabodebek Jadi Transportasi Alternatif Warga Bekasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Kepala-Kantor-Wilayah-BPJS-Ketenagakerjaan-Jakarta-Deny-Yusyulian-MLT.jpg)