Bisnis
Manajemen Rantai Pasok Berbasis Cloud Tumbuhkan Pendapatan Perusahaan 45 Persen Lebih Tinggi
Data Mekari menyebutkan, perusahaan yang mengadopsi manajemen rantai pasok berbasis cloud mencatat pertumbuhan pendapatan 45 persen lebih tinggi.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Manajemen rantai pasok, atau supply chain management (SCM), memungkinkan perusahaan memenuhi permintaan pasar dengan cepat dan tepat.
Riset menunjukkan bahwa kebanyakan perusahaan, yaitu sebesar 58 persen, telah menggunakan solusi SCM berbasis awan (cloud) uuntuk mengotomatisasi proses dan kegiatan di rantai pasok yang terbukti berdampak positif pada pendapatan perusahaan.
Rantai pasok adalah sistem untuk mengkoordinasi semua bagian dan aktivitas, mulai dari sumber daya manusia (SDM) hingga logistik, untuk menghadirkan produk di pasar.
Manajemen rantai pasok yang baik menjadi kunci kesuksesan perusahaan mengingat bahwa Indonesia adalah negara kepulauan di mana bahan baku serta produk jadi harus dikirim lewat jalur darat, udara, dan air.
Chief Business Officer (CBO) Mekari, Jansen Jumino mengatakan, bahwa manajemen rantai pasok yang tepat akan membantu perusahaan meningkatkan pendapatan dengan memungkinkan mereka untuk mengendalikan biaya operasional, meminimalisir efek dari ketidakstabilan pasar, dan memenuhi kebutuhan konsumen dengan cepat.
“Tren digitalisasi rantai pasok di tingkat global semakin meluas karena teknologi terbukti memperkuat kemampuan perusahaan untuk mengontrol dan mengamati proses di setiap titik rantai pasok," ungkap Jansen dalam keterangan resmi, Sabtu (15/6/2024).
"Lebih spesifik, teknologi dalam bentuk solusi SCM berbasis awan meningkatkan otomasi, efisiensi, dan visibilitas rantai pasok sehingga perusahaan bisa merespon dengan cepat fluktuasi permintaan pasar,” tambahnya.
Jansen kembali menyebutkan, berdasarkan data Mekari yang dirangkum di whitepaper Tantangan dan Peluang Rantai Pasok di Indonesia, perusahaan yang memanfaatkan solusi SCM berbasis awan untuk mengelola rantai pasok mencatat pertumbuhan pendapatan hingga 45 persen lebih tinggi dibanding sebelum menggunakan teknologi tersebut.
"Ini membuktikan bahwa pemanfaatan solusi SCM berbasis awan membuahkan hasil positif yang tercermin dari peningkatan pendapatan bisnis,” ucapnya.
Kemudian, masih berdasarkan data Mekari, disebutkan bahwa sejumlah perusahaan mengakui tantangan utama yang mereka hadapi terkait manajemen rantai pasok adalah menekan kenaikan biaya produksi dan logistik ( 43 persen), diikuti oleh mencegah dampak lingkungan dari aktivitas rantai pasok ( 37 persen) serta memitigasi dampak dari disrupsi eksternal seperti keterlambatan dan kekurangan pasokan ( 36 persen).
"Fluktuasi permintaan pelanggan, permintaan pasar yang rendah, dan terbatasnya visibilitas rantai pasok menjadi tiga tantangan lainnya yang dilaporkan oleh perusahaan di Indonesia,” katanya.
Aktivitas AI
Saat ini, mayoritas perusahaan ada di tahap adopsi teknologi untuk mengotomatisasi proses utama di rantai pasok.
Hanya 6 persen perusahaan yang sudah maju ke tahap adopsi teknologi berikutnya, yaitu menggunakan artificial intelligence ( AI) untuk mengelola rantai pasok.
“Namun, 43 persen dari mereka berencana untuk mengadopsi teknologi tersebut dalam 2- 3 tahun ke depan. Ini berarti bahwa potensi transformasi digital, baik di tahap otomatisasi dan di tahap pengimplementasian AI, masih sangat luas,” katanya.
| Blibli Affiliate Kini Terintegrasi Tiket.com, Buka Peluang Penghasilan Tambahan |
|
|---|
| 1.500 Merek Global Siap Ramaikan Pameran Industri Tekstil dan Garmen Indo Intertex & Inatex 2026 |
|
|---|
| Sertifikasi PLBS Jadi Strategi Perusahaan Perkuat Bisnis Syariah yang Transparan dan Berkelanjutan |
|
|---|
| Jelang Lebaran, GoPay Hadirkan Tarik Tunai Saldo Tanpa Kartu di ATM BRI dan bank bjb |
|
|---|
| Momentum Ramadan Dongkrak Penjualan Kulkas Sharp hingga 50 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ilustrasi-manajemen-rantai-pasok-berbasis-cloud.jpg)