Program JKN Membantu Susan Kontrol Penyakit Hipertensi di Rumah Sakit dengan Mudah dan Nyaman
Susan sangat terbantu dengan menjadi peserta JKN dalam menjalani pengobatan penyakit hipertensi yang di deritanya.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Susan (66 tahun) merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menderita penyakit hipertensi.
Tak hanya hipertensi, Susan juga didiagnosa pengentalan darah. Susan mengaku telah didiagnosa hipertensi sudah cukup lama dan kemudian didiagnosi pengentalan darah sehingga dirinya diharuskan untuk rutin kontrol penyakit yang diidapnya.
Susan telah menjadi pengguna BPJS Kesehatan melalui Program JKN sejak ia masih bekerja hingga saat ini. Ia pun rutin menjalani pengobatan dan kontrol Rumah Sakit Primaya PGI Cikini di Jakarta Pusat.
Menurut Susan, selama ia menggunakan Program JKN, ia sangat terbantu dengan pelayanan yang diberikan di rumah sakit tempat ia kontrol karena tidak pandang bulu dalam melayani peserta baik JKN maupun non JKN.
“Sejak masih aktif bertugas hingga pensiun saya sudah menderita penyakit hipertensi. Beginilah awal mula saya mengenal Program JKN, hingga saya merasakan pelayanan yang diberikan oleh Program JKN terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun," ungkapnya.
"Saya sangat terbantu sekali dengan adanya Program JKN, dan pelayanan di tempat saya kontrol sangat baik dan selama saya menggunakan BPJS Kesehatan saya sangat dilayani dengan baik dan tidak merasa kurang satu apapun,” sambung Susan.
Susan merasa sangat beruntung bisa menjadi peserta JKN, karena jika tidak, akan menjadi beban pikiran di masa pensiun ini.
Perlu diketahui hipertensi merupakan salah satu penyebab dari banyak penyakit kronis dan mematikan antara lain stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, dan penyakit-penyakit lainnya.
Hampir semua orang dapat mengalami tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah salah satu penyakit yang sering disebut dengan “pembunuh diam-diam” karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang.
Penyakit ini bisa mengakibatkan komplikasi yang mengancam nyawa layaknya penyakit jantung.
Jika tidak terdeteksi dini dan terobati tepat waktu, hipertensi dapat mengakibatkan komplikasi serius.
Hipertensi ini dapat sembuh dengan mengubah gaya hidup dan minum obat secara rutin. Oleh karena itu pengobatan hipertensi adalah hal yang paling penting untuk dilakukan, selain perubahan gaya hidup dan pola makan.
Seperti yang sedang dialami Susan yang sedang berjuang melawan penyakit hipertensinya.
Susan menyampaikan bahwa Program JKN sudah banyak membantu masyarakat terutama yang ekonominya kebawah dan memiliki manfaat yang sangat besar buat kita karena prinsip gotong-royongnya.
Tak hanya itu, ia juga mendukung program JKN yang memberlakukan tidak aktif kepesertaannya ketika si peserta tidak rutin membayar iuran setiap bulannya, sebab kebanyakan dari peserta hanya membayar iuran disaat sakit saja dan dikala membutuhkan pertolongan kesehatan.
| Strategi Cemerlang Pemkab Bekasi: Alihkan Jaminan Kesehatan ke APBN, Hemat Anggaran Rp35 Miliar! |
|
|---|
| Begini Cara Mudah Mengaktifkan Status PBI JKN yang Nonaktif |
|
|---|
| Tak Perlu Ragu, Ini Mekanisme Sistem Rujukan Bagi Peserta JKN |
|
|---|
| Desy Peserta JKN Harap Pencarian Kamar Bisa Terintegrasi di Aplikasi Mobile JKN |
|
|---|
| Mengenal Fungsi Layanan BPJS Satu, Petugas Siap Membantu Peserta JKN di Rumah Sakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Susan-peserta-JKN.jpg)