Berita Jakarta
Waspada, Ini Ciri Makanan Mengandung Boraks dan Formalin bisa Tak Tertipu Pedagang
Sejumlah makanan yang dijual pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, terdeteksi mengandung formalin dan boraks.
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, TAMANSARI — Sejumlah makanan yang dijual pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, terdeteksi mengandung formalin dan boraks.
Dari 63 sampel yang diuji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), 3 sampel makanan mengandung zat berbahaya.
Dua berasal dari mi kuning kiloan yang kerap dipakai untuk campuran soto, dan satu berasal dari kerupuk warungan.
Masih banyaknya pedagang nakal yang mencampurkan bahan berbahaya ke dalam barang dagangannya, BPOM pun membagikan tips agar pembeli tidak salah kaprah ketika mengeluarkan uangnya untuk jajan di luar.
Pasalnya, makanan yang mengandung zat berbahaya akan membahayakan bagi tubuh, bahkan dapat mengakibatkan kanker.
"Berbahayanya kan tidak secara langsung ya, jadi kalau efek mikrobiologi biasanya kalau bakteri itu kan ada dalam makanan, efeknya langsung ya sakit perut gitu ya, tapi kalau untuk kimia seperti itu biasanya dia terakumulasi dalam tubuh," kata Pejabat Fungsional Madya BPOM di Jakarta, Ratna Dewi di Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Rabu.
Baca juga: Pedagang Kota Tua Masih Acuh, Lap Kanebo buat Mangkok Juga Dipakai Bersihkan Gerobak
"Jadi nanti efeknya itu bisa mungkin tahunan ya, baru mungkin nanti menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Bisa (kanker)," imbuhnya.
Oleh karena itu, Ratna meminta agar masyarakat berhati-hati tatkala melihat jajanan dengan warna mencolok. Baik pada makanan maupun minuman.
Sebab, jajanan itu dikhawatirkan mengandung pewarna sintetis yang tak aman bagi tubuh.
Selain itu, pada produk mi yang banyak mengandung formalin, perbedaannya dapat terlihat dari tekstut mi itu sendiri.
"Kalau dari teksturnya itu, kalau sudah dimasak tidak begitu kelihatan ya, tapi nanti ketika kita melihat mi kuning kiloannya, biasanya dia seperti mengkilap," jelas Ratna.
"Kemudian agak seperti karet ya, jadi kalau ditekan agak-agak elastis gitu," imbuhnya.
Ratna menyampaikan, makanan berformalin tidak hanya terbatas pada mi kiloan.
Terkadang, ditemukan pula zat formalin pada tahu dan ikan asin.
Berikut ciri-ciri makanan berformalin:
1. Mi basah
Memiliki tekstur yang tidak lengket, tidak mudah putus, lebih mengkilat, bau khas formalin, dan bertahan lebih dari 1 (satu) hari pada suhu ruang/suhu kamar.
2. Tahu
Memiliki bau khas formalin, tidak mudah hancur, dan bertahan lebih dari 1 (satu) hari pada suhu ruang/suhu kamar.
3. Ikan asin dan ayam segar
Nampak dari tubuh daging yang tidak dihinggapi lalat, bau khas formalin.
Adapun ciri-ciri makanan yang mengandung boraks sebagai berikut:
1. Mi basah, bakso, lontong, otak-otak
Memiliki tekstur sangat kenyal, tidak lengket, tidak mudah putus.
2. Kerupuk gendar
Saat dirasakan oleh mulut, kerupuk terasa getir.
Sementara apabila makanan mengandung Rhodamin B atau Metanyl Yellow, akan terlihat sebagai berikut:
1. Warna merah mencolok (Rhodamin B) ataukuning mencolok (Methanyl Yellow) dan cenderung berpendar.
2. Banyak memberikan titik-titik warna yang tidak merata. (m40)
Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News
Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini
| Hari Lahir Pancasila, Yuke Yurike Sebut Generasi Muda Hadapi Tantangan Baru di Era Digital |
|
|---|
| Jalan Lenteng Agung Ditutup Total, Arus ke Depok Lumpuh dan Antrean Mengular |
|
|---|
| Libur Panjang Iduladha 2026 Selesai, Kereta Cepat Whoosh Tambah 6 Perjalanan dari Bandung ke Jakarta |
|
|---|
| Pemkot Jakarta Selatan Gelontorkan Dana Rp 380 Juta untuk Perbaiki Saluran Amblas di Lenteng Agung |
|
|---|
| Ada Perbaikan Jalan Ambles, Kemacetan Kendaraan Terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung Jakarta Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Perhatikan-ciri-ciri-makanan-yang-mengandung-boraks-dan-formalin.jpg)