Rabu, 29 April 2026

Kesehatan

Ini Cara Mengobati Luka Terbuka, Jangan Sembarangan Menggunakan Antiseptik

Antiseptik adalah larutan kimia yang dioleskan secara topikal pada kulit atau luka untuk mengurangi pertumbuhan bakteri, virus, atau jamur berbahaya.

Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Nutralngredien-asia
Antiseptik adalah larutan kimia yang dioleskan secara topikal pada kulit atau luka untuk mengurangi pertumbuhan bakteri, virus, atau jamur berbahaya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sering kali kita mengalami kejadian yang menyebabkan luka terbuka, terkadang bahkan cukup parah.

Biasanya kita menggunakan antiseptik untuk mencegah terjadinya infeksi. 

Antiseptik yang dijual bebas (OTC) yang paling aman dan efektif adalah yodium, biguanida, dan peroksida.

Baca juga: Punya Masalah dengan Jerawat atau Bekas Luka? Berikut Tips dari Founder BeautyHaul Irene Ursula

Antiseptik adalah larutan kimia yang dioleskan secara topikal pada kulit atau luka untuk mengurangi pertumbuhan bakteri, virus, atau jamur berbahaya.

Jenis antiseptik OTC umumnya meliputi:

- Alkohol
- Biguanida
- Yodium
- Peroksida
- Fenol terhalogenasi

Luka ringan biasanya dapat diobati dengan sabun antibakteri dan air, sedangkan luka yang lebih parah mungkin memerlukan perhatian medis. 

Inilah yang perlu diketahui tentang penggunaan antiseptik dan keamanannya.

Apakah antiseptik aman digunakan pada luka terbuka?

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menganggap beberapa antiseptik aman digunakan pada luka terbuka, sementara bahan-bahan dalam pilihan OTC lainnya dianggap berpotensi tidak aman.

FDA telah mendaftarkan 24 bahan antiseptik yang berpotensi berbahaya.

Namun, saat ini hanya satu bahan aktif yang masih dipasarkan sebagai antiseptik kesehatan. 

FDA menganggap triclosan berpotensi tidak aman untuk digunakan.

Meski para ilmuwan belum secara eksplisit membuktikan bahan-bahan ini menyebabkan bahaya, hanya ada sedikit bukti yang mendukung penggunaannya, dan efek jangka panjangnya masih belum diketahui.

Menurut penelitian di tahun 2022, dengan penggunaan berulang, bahkan antiseptik yang dianggap aman, seperti isopropil alkohol, dapat menyebabkan sitotoksisitas pada luka, yang berarti dapat mengikis sel sehat dan memperlambat penyembuhan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved