Selasa, 19 Mei 2026

Sumber Daya Manusia Dinilai Berperan Penting Wujudkan Transformasi Energi Hijau

Indonesia telah berkomitmen terhadap transisi energi ramah lingkungan untuk mencapai Net-Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Tayang:
Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
Seminar bertajuk Leading the Future: Expanding Horizon of Indonesia Energy Transition, di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta (27/5/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Indonesia telah berkomitmen terhadap transisi energi ramah lingkungan untuk mencapai Net-Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Persiapan sumber daya manusia merupakan salah satu elemen terpenting untuk mendukung transisi energi hijau menuju Net Zero Emission (NZE).

Hal tersebut disampaikan saat seminar bertajuk "Leading the Future: Expanding Horizon of Indonesia Energy Transition", di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta (27/5/2024).

Seminar yang digelar oleh PT. Hioki Electric Indonesia (Hioki Indonesia) menghadirkan para pakar di industri energi hijau. 

Salah satu pembicara, Perwakilan ITB, Agus Purwadi mengatakan transisi energi hijau menuju energi bersih dan ramah lingkungan telah menjadi kesepakatan global. 

“Dan akan mengubah banyak hal, seperti perubahan lapangan kerja, skenario pembangunan, orientasi bisnis dan lain-lain, baik dalam skala global/regional maupun nasional,” ungkapnya lewat keterangan, Selasa (28/5/2024).  

Baca juga: Praktisi Properti Sarankan Kelompok Masyarakat Ini Jadi Prioritas Sasaran Program 3 Juta Rumah

Lebih lanjut, ia mengatakan ekosistem transisi energi hijau membuka peluang dan tantangan baru, diperlukan pemahaman, strategi dan mekanisme yang tepat. 

Hal ini untuk mengidentifikasi tantangan/peluang saat ini dan tantangan/peluang masa depan, sehingga transisi energi rendah karbon yang adil dan merata dapat terlaksana dengan baik.

President Director Hioki Indonesia Tisna Irawan mengatakan HIOKI mengambil peranan cukup penting untuk menuju energi hijau.

“Alat-alat kalibrasi dan pengukuran yang kami miliki, bertujuan untuk menjaga standar kualitas dari produk baterai yang dipakai pada kendaraan listrik dan juga produk-produk industri lainnya,” kata Tisna. 

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto menyampaikan upaya untuk mencapai transisi energi harus bisa melakukan langkah-langkah seperti Pembangunan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) harus dilakukan sesuai potensi daerah (setempat).

Penerapan pajak karbon untuk meningkatkan daya saing EBT, serta mendorong perbankan untuk pengembangan EBT dengan bunga rendah.

“Selain itu perlu dibangun industri pendukung di dalam negeri antara lain : solar cell, baterai, mobil dan motor listrik, pabrik hidrogen, dan lain-lain yang memiliki potensi keberlanjutan tinggi dan prospek di dalam industri energi,” lanjut Djoko.

Hioki Indonesia merupakan cabang dari Hioki E.E Corporation yang merupakan salah satu perusahaan terdepan dalam solusi pengukuran presisi dan instrumen uji dari Jepang.

Pada kesempatan seminar ini, Hioki juga mengumumkan pembukaan Training Center dan Kantor Cabang baru di Surabaya.

Fasilitas baru ini menandakan komitmen Hioki menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang mumpuni dalam industri energi hijau dan juga memperluas jangkauan dan memberikan layanan bagi pelanggan di Indonesia.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved