Kesehatan
Ini Penyebab, Gejala dan Tindakan Pencegahan Batuk Rejan
Batuk rejan sangat menular dan bisa menyerang siapa saja. Hal ini dapat menyebabkan penyakit serius khususnya pada balita. Simak tulisan berikut.
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Batuk rejan sangat menular dan bisa menyerang siapa saja.
Hal ini dapat menyebabkan penyakit serius khususnya pada balita.
Dalam beberapa kasus, batuk bisa menjadi hebat dan cepat bahkan menyebabkan muntah.
Baca juga: 10 Tanda Anda Harus Segera Periksa ke Dokter, Salah Satunya Bila Batuk Lebih 2 Minggu
Batuk rejan atau dikenal juga dengan sebutan pertusis merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan yang sangat menular.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Bordetella Pertussis.
Infeksi ini menyebabkan batuk parah yang tidak terkendali dan mungkin berakhir dengan suara rejan.
Baca juga: 12 Jenis Teh ini Bisa Membantu Redakan Batuk dan Pilek
Beberapa negara termasuk Tiongkok, AS, Inggris, Filipina, Republik Ceko, dan Belanda telah menyaksikan lonjakan kasus batuk rejan selama beberapa bulan terakhir.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), batuk rejan merupakan penyebab utama kematian anak-anak di Amerika Serikat sebelum vaksin dikembangkan.
Batuk rejan sangat menular dan bisa menyerang siapa saja.
Baca juga: Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Mampu Mengatasi Batuk Berlarut-larut, Begini Caranya
Hal ini dapat menyebabkan penyakit serius pada bayi.
Dalam beberapa kasus, batuk bisa menjadi hebat dan cepat bahkan menyebabkan muntah.
Gejala batuk rejan
Gejalanya memerlukan waktu sekitar 5 hingga 10 hari untuk muncul setelah terinfeksi.
Gejala awalnya ringan dan menyerupai flu biasa.
Gejala awalnya meliputi:
-Pilek
-Batuk
-Demam
-Hidung tersumbat
-Mata merah dan berair
batuk rejan
gejala batuk rejan
mencegah batuk rejan
mengobati batuk rejan
batuk
penyebab batuk rejan
penyebab batuk
obat batuk
obat batuk rejan
| Faktor Genetik Pengaruhi Risiko Jantung dan Tekanan Darah Tinggi |
|
|---|
| Ketum PERDOSRI: Pentingnya Perubahan Paradigma Layanan Kesehatan Menuju Pemulihan Fungsi |
|
|---|
| IDAI Rilis Panduan Mudik Sehat Bersama Anak, Vaksinasi Jadi Prioritas |
|
|---|
| Buku Saku 'Ngrumat' Diterbitkan, Terobosan Puskesmas Tanpa Dinding untuk Menjamah Pasien Tersisihkan |
|
|---|
| Masalah Kesehatan Perempuan Tak Hanya Reproduksi, Perlu Penanganan Menyeluruh Secara Holistik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-batuk-selama-14-hari.jpg)