Kesehatan

Indonesia Kehilangan Banyak Devisa karena Pasien ke Luar Negeri, RS Bethsaida Lakukan Transformasi

Indonesia kehilangan Rp 170 triliun pertahun karena banyak pasien yang berobat ke luar negeri. RS di Indonesia perlu melakukan transformasi.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Rusna Djanur Buana
Wartakotalive.com/Gilbert sem sandro
Jajaran direksi Rumah Sakit Bethsaida memperkenalkan fasilitas terbaru yang dimiliki kepada masyarakat di Rumah Sakit Bethsaida, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG -- Rumah Sakit Bethsaida melakukan sejumlah transformasi untuk meningkatkan pelayanan.

Renovasi itu mulai dari revitalisasi area main lobby yang dilengkapi dengan teknologi digital interactive digital kiosk untuk pendaftaran mandiri.

Direktur Bethsaida Hospital Dr Pitono Yap menjelaskan pihaknya juga menghadirkan sistem clustering yang terpusat di empat center of excellence.

Yakni dental center untuk kesehatan gigi dan mulut, emergency & heart attack center, women health center untuk pasien kebidanan dan kandungan, serta heart & vascular center untuk pasien jantung dan pembuluh darah.

Layanan 4 center of excellence tersebut telah tersentralisasi mulai dari pendaftaran, pembayaran, farmasi, area ruang tunggu, area konsultasi, area perawatan dan dilengkapi dengan peralatan medis terkini, tenaga medis ahli, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

"Kami juga memperbarui fasilitas penunjang dengan teknologi terbaru seperti pengadaan alat diagnostik pertama di Indonesia, yaitu CT Scan Revolution Apex Elite 512 Slice yang dapat menghadirkan gambaran organ tubuh dengan resolusi tinggi dengan detail terbaik untuk diagnosis yang tepat," ujar Dr. Pitono kepada awak media, Senin (29/4/2024).

Baca juga: Kontribusi dalam Penyediaan Stok Darah di Rumah Sakit, PDDI dan PMI Gelar Donor Darah

"Kemudian adapula alat Mobile X-Ray AMX Navigate yang memungkinkan diagnosis pasien dengan kondisi non-transportable (pasien yang tidak dapat dipindahkan) dan telah dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan atau AI," sambungnya.

Untuk pendukung tindakan operasi, Bethsaida turut mempersiapkan pengadaan alat C-Arm OEC Elite yang mampu memberikan visualisasi akurat dan tepat pada berbagai prosedur medis, serta Cath Lab Allia IGS 520 with Autoright yang dilengkapi sistem AI.

"Tidak hanya bagi pasien, teknologi-teknologi canggih yang kami adakan mulai dari CT Scan 512 Slice, Mobile X-Ray, C-Arm dan Cath Lab, juga membantu para dokter untuk memberikan penegakan diagnosis yang tepat," kata dia.

Sementara itu VP Bethsaida Hospital Iwan A Setiawan menerangkan, pembaharuan fasilitas dan teknologi medis tersebut bertujuan dalam memberikan diagnosis medis yang lebih tepat dan akurat, guna meningkatkan angka kesembuhan pasien melalui penanganan medis sesuai keluhan atau penyakit yang dialami.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Bethsaida dalam memberikan pelayanan Kesehatan terbaik bagi pasien secara menyeluruh.

Baca juga: Menjajal Segarnya Jajanan Legendaris Es Bun Tin di Pasar Lama Kota Tangerang 

Sebab volume pasien dan tren kebutuhan akan penanganan penyakit yang semakin spesifik yang semakin meningkat memerlukan adanya pusat layanan unggulan yang optimal dan fasilitas-fasilitas khusus lainnya.

"Pelayanan kesehatan yang paripurna haruslah menyeluruh, melalui pengadaan alat medis canggih, revitalisasi area pelayanan umum dan juga penyempurnaan center of excellence, kami yakin dapat membantu pemerintah dalam penyediaan layanan kesehatan yang mumpuni dan merata khususnya di area Tangerang, Banten dan sekitarnya," ungkapnya.

Kehilangan banyak devisa

Presiden Direktur PT. Bethsaida Hospital International M. Nawawi menegaskan, Bethsaida berkomitmen terus berinovasi dan berinvestasi dalam bidang kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved