Sabtu, 25 April 2026

Hari Kartini

Hari Kartini Identik dengan Kebaya, yang Tadinya Terbuka Menjadi Tertutup, Ini Sejarahnya

Hari ini, Minggu (21/4/2024), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Bagi kaum perempuan alangkah baiknya hari ini pakai baju kebaya. Kenapa?

Editor: Valentino Verry
Instagram Wisni Indarto
Peringatan Hari Kartini identik dengan pakaian kebaya untuk kaum perempuan. Kebaya kini terus bermutasi menjadi moderen berkat sentuhan perancang busana. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rakyat Indonesia jangan pernah lupa, hari ini, Minggu (21/4/2024), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Biasanya tiap tanggal 21 April, para pelajar dan wanita di Indonesia yang bekerja diwajibkan memakai baju kebaya.

Pemakaian baju kebaya itu untuk mengenang perjuangan seorang wanita bernama Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini, atau Kartini yang lebih populer.

Baca juga: Inilah 5 Keteladanan Raden Ajeng Kartini yang bisa Ditiru Para Generasi Z

Kartini adalah wanita yang memperjuangkan kesetaraan gender, karena itu wajib dihormati dan dikenang wanita Indonesia.

Lantas, kenapa Hari Kartini identik dengan kebaya? Simak ulasannya berikut ini.

Kenapa Hari Kartini identik dengan kebaya?

Peringatan Hari Kartini identik dengan memakai busana tradisional, terutama kebaya sebab kebaya lekat dengan RA Kartini, dilansir dari Kompas.com (19/4/2021).

Baca juga: Keterwakilan Kepemimpinan Perempuan di Kabinet Prabowo-Gibran Penting, Ada Kartini di Luar Parpol

Tokoh emansipasi perempuan tersebut, kerap mengenakan busana kebaya semasa hidupnya.

Bahkan, muncul kebaya Kartini, yakni model kebaya yang kerap dipakai oleh RA Kartini.

Ciri khas kebaya Kartini berupa kerah model V serta memiliki lengan yang lebih longgar.

Sejarah kebaya

Mengutip dari buku digital Evolusi Kebaya (2022) yang disusun oleh Pusat Data dan Analisa Tempo, kita bisa mengetahui sejarah kebaya secara singkat.

Baca juga: Proyek Saluran RA Kartini Belum Tembus Kali Pesanggrahan, Wali Kota Jaksel Akan Lapor ke PJ Gubernur

Dalam bukut tersebut disebutkan bahwa, Denys Lombard dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya (1996) mengungkapkan asal kata kebaya dari bahasa Arab “kaba” yang berarti pakaian.

Nama kebaya juga disebut memiliki kaitan dengan “abaya” yakni pakaian tunik panjang khas Timur Tengah.

Sementara, catatan Portugis menyebutkan bahwa kebaya sudah menjadi pakaian resmi kerajaan-kerajaan di Jawa sejak abad ke-15.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved