Idul Fitri 2024

Datang dari Serang, Sidun Tidur di Trotoar Sekitar Pasar Pondok Labu untuk Jualan Kulit Ketupat  

Pria asal Serang, Provinsi Banten itu mengaku telah berada di Pasar Pondok Labu, sejak Sabtu (6/4/2024) lal

|
Penulis: Nurmahadi | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Nurma Hadi
Pedagang kulit ketupat, Sidun (46) ditemui di depan Pasar Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2024). 

Laporan Reporter Wartakotalive.com, Nurmahadi 

WARTAKOTALIVE.COM, CILANDAK- Tangan Sidun (46) tampak terampil menganyam daun kelapa muda, menjadi bungkus ketupat di depan Pasar Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2024).

Meski keringat tampak bercucuran di wajah dan lehernya, semangat Sidun tak luntur.

Dalam kurun waktu lima menit, Sidun mampu menyelesaikan tiga sampai empat bungkus ketupat.

Pria asal Serang, Provinsi Banten itu mengaku telah berada di Pasar Pondok Labu, sejak Sabtu (6/4/2024) lalu.

"Saya sudah tiga hari di sini, asalnya dari Serang," ujar dia kepada wartawan di lokasi.

Baca juga: Jadi Pedagang Ketupat Dadakan di Pasar Pondok Labu, Rusni Raup Jutaan Rupiah dalam Tiga Hari

Selama tiga hari berada di Pasar Pondok Labu, Sidun mengaku tidur di trotoar yang dijadikan lapak dagangannya.

Meskipun hanya beralaskan kardus, Sidun tak mengeluh. 

Yang terpenting baginya, yakni bisa membawa uang bagi keluarganya di rumah.

Baca juga: Jelang Lebaran, Pedagang Kulit Ketupat Dadakan di Pasar Pondok Labu Diserbu Pembeli

"Tidur ya di sini aja di lapak, pakai kardus, mau di mana lagi kan," ujar Sidun sambil sibuk melayani pembeli.

Sidun mengantakan, jualan kulit ketupat di Pasar Pondok Labu merupakan agenda rutinnya, menjelang perayaan Idul Fitri.

Menjadi pedagang ketupat, ujar dia, bukanlah profesi utamanya.

Sehari-harinya, Sidun merupakan perajin kayu.

Baca juga: Tips Masak Ketupat Anti Gagal, Hasilnya Legit dan Tidak Gampang Basi

"Kalau hari biasa, saya perajin kayu di rumah, nah menjelang lebaran langsung saya jualan kulit ketupat di Pasar Pondok Labu ini," ungkap dia.

Setiap Kulit ketupat yang sudah jadi itu, dijual Sidun seharga Rp 1 ribu.

Dalam tiga hari ini, Sidun mengatakan telah mendapatkan penghasilan sebesar Rp 1,5 juta.

"Sampai hari ini, alhamdulillah sudah dapet penghasilan sekitar Rp 1,5 jutaan," papar dia. (m41)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved