Berita Nasional
Adian Ingatkan Pak Harto Pernah Dilengserkan setelah 71 Hari Dilantik Jadi Presiden
Jelang pengumuman KPU, Aktivis 98 Adian Napitupulu ingatkan Pak Harto pernah dilengserkan hanya 71 hari setelah dilantik jadi presiden.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Adian Napitupulu mengungkapkan fakta-fakta sejarah perjalanan demokrasi di Indonesia.
Politikus PDI Perjuangan itu juga mengingatkan bahwa Presiden Soeharto yang berkuasa lebih dari 30 tahun bisa ditumbangkan melalui aksi mahasiswa dan rakyat pada tahun 1998.
Peristiwa yang sama bukan tidak mungkin bakal terulang lagi.
Hal tersebut diungkapkan aktivis '98 itu tersebut saat menerima massa demo yang mendesak hak angket DPR dan pemakzulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di ruang Fraksi PDI-P, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2024) malam.
Perwakilan massa demo berasal dari Banten Bersatu, Aliansi Mahasiswa Jawa Barat, Gerakan Sipil, dan Forum Koordinasi Nasional.
Tampak pula tokoh dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yakni Ahmad Yani dan Marwan Batubara.
Baca juga: Tak Ada Tawaran Bergabung dari Lawan Politik, Anies Konsisten pada Garis Perubahan
Awalnya Adian bertanya apakah pemilu di Indonesia pernah diulang atau tidak.
"Termasuk misalnya apakah pemilu bisa diulang, pelajari sejarah. Pernah enggak di Indonesia pemilu diulang?" tanya Adian ke sejumlah perwakilan massa demo.
"Pernah," jawab para pedemo.
"Pernah, '97 pemilu, '99 kembali diulang. Jadi kalau kita mau mencari jawaban, kita buka lagi sejarah itu.
Pernah tidak kemudian pemilu diulang kembali, pernah, tahun berapa? 1999," tutur Adian seperti dilansir Kompas.com.
Lalu, Adian kembali bertanya kepada perwakilan massa, apakah hak angket DPR pernah menjatuhkan presiden atau tidak.
Adian mengingatkan bahwa sejarah sangat mungkin terjadi kembali di masa depan. "Pernah tidak kemudian hak angket menjatuhkan presiden? Pernah enggak?" tanya Adian.
"Pernah," jawab pedemo. "Kapan? Gus Dur. Tapi, pernah enggak kemudian hak angket tidak menjatuhkan siapa-siapa? Pernah.
Artinya bahwa sejarah itu selalu berulang dari waktu ke waktu. Sehingga orang bilang satu-satunya yang kebenaran yang diajarkan pada sejarah manusia, manusia tidak pernah belajar dari sejarah.
| Alasan Indonesia Tak Akan Pernah Bisa Terapkan Tarif di Selat Malaka |
|
|---|
| Anggota Komisi XII DPR RI Cornelis Tanggapi Serius Temuan BPK terkait Ketahanan Energi Nasional |
|
|---|
| Purbaya Berencana Pajaki Kapal-kapal yang Melintas di Selat Malaka, Singapura dan Malaysia Kepanasan |
|
|---|
| RUU PPRT Disahkan di Hari Kartini, Sarifah: Bukti Nyata Kekuatan Perempuan di Parlemen |
|
|---|
| Indonesia Jadi Penonton Kejayaan Selat Malaka di Tengah Kesuksesan Singapura dan Malaysia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Adian-Ingatkan-Soeharto-Jatuh-hanya-71-Hari-Setelah-Dilantik.jpg)