Senin, 11 Mei 2026

Hasto Kristianto

Hasto Sindir Jokowi dan Gibran Sudah Tak Sesuai Karakter dan Nilai-nilai yang Diusung PDIP

Sekjen PDIP Hasto Kristianto bahwa politik bukan sekadar elektoral. Melainkan membangun peradaban.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rahmat W Nugraha 

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi soal rumor Jokowi dan Gibran bakal bergabung ke Partai Golkar.

Dikatakan Hasto bahwa di partainya membangun kesadaran, bahwa politik memerlukan karakter yang baik.

Tak hanya itu, dikatakan Sekjen PDIP itu bahwa politik bukan sekadar elektoral, melainkan membangun peradaban.

"Kalau kita lihat banyak dinamika, apa yang terjadi di PDIP saya pikir juga akan membangun kesadaran elite. Bahwa politik itu memerlukan suatu karakter yang baik," kata Hasto kepada awak media di Jakarta Pusat, Senin (13/3/2024).

Baca juga: Viral Pria Tua Meninggal Saat Diadang Petugas Masuk Masjid yang Dikunjungi Jokowi, Keluarga Histeris

"Politik itu bukan sekadar elektoral, politik itu membangun peradaban, politik itu kehidupan. Politik itu digerakkan oleh bagaimana kita merespons, kehendak rakyat pada masa depan," lanjutnya.

Kemudian Hasto mengukapkan bahwa ada jurang perbedaan antara Jokowi-Gibran dan PDIP.

"Kami sudah sampaikan ada satu jurang yang membedakan. Karena ini berkaitan dengan karakter. Kami partai yang memiliki tanggung jawab sejarah," kata Hasto.

Tak hanya itu, Hasto juga menyebutkan bahwa partainya memiliki nilai-nilai perjuangan dalam menentang rezim yang sangat otoriter Soeharto selama 32 tahun serta hingga kini masih merawat semangat reformasi

Baca juga: Tolak Pemilu Curang di Kantor KPU RI, Massa Demo Bakar Spanduk Berwajah Jokowi Hingga Hasyim Asyari

"Dan itu mewarnai menjadi kultur dan karakter dari PDI Perjuangan. sehingga kami mengapresiasi terhadap civil society, kampus yang memanggil, dan seluruh para pakar yang bergerak hatinya untuk menyelamatkan masa depan demokrasi kita," tegasnya.

Jokowi harus keluar dari PDIP

Presiden Joko Widodo harus dengan tegas menyatakan mundur dari PDI Perjuangan jika benar-benar ingin bergabung dengan Partai Golkar.

Sampai saat ini Jokowi masih tercatat sebagai kader partai moncong putih tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir Presiden memang dikaitkan dengan Partai Golkar.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved