Pencabulan
7 Anak di Bawah Umur Diduga Dicabuli Seorang Pria, Modusnya Dapat Koin Game Capitan Gratis
Tujuh orang anak dibawah umur diduga dicabuli seorang pria berinisial IK dengan modus menawarkan koin permainan capitan gratis yang berada di kediaman
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Tujuh orang anak dibawah umur 10 tahun diduga dicabuli seorang pria berinisial IK di kawasan Gang Mushola RT 12 RW 4 kelurahan Ujung Menteng, kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Ketua RT setempat, Eliana mengatakan IK diduga melakukan pencabulan dengan modus menawarkan koin permainan capitan gratis yang berada di kediamannya.
Setelah para terduga korban tertarik, IK langsung melangsungkan aksi tersebut.
“Menurut keterangan korban itu kan dia (IK) punya mainan koin pencapit, terus terduga korban di iming imingkan main game itu dapat koin gratis, itumenurut keterangan dari korban,” kata Eliana, Senin (4/3/2024).
Eliana mengucapkan tujuh terduga korban tersebut diketahui sudah membuat laporan dengan didampingi masing-masing orangtua ke Mapolres Metro Jakarta Timur unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Baca juga: Rektor Terjerat Kasus Pencabulan, Mahasiswa Universitas Pancasila Geram, Tutup Jalan Lenteng Agung
“Terduga pelaku itu memang sering ke masjid, mengaji, kadang jadi Imam salat, dan korbannya saya tahu saat ini yang melapor itu ke Polres itu tujuh orang yang lagi divisum lima orang dan dua orang itu tidak karena sudah lama kejadiannya,” lugasnya.
Eliana memaparkan, dugaan pencabulan itu sebenarnya sudah timbul sejak Desember 2023.
Hanya saja kasus tersebut nampak redam dan tidak sampai dilaporkan ke pihak kepolisian.
Namun pada Februari 2024, Eliana justru menerima laporan kembali dari seorang warganya terkait adanya dugaan pencabulan yang kembali dilakukan IK.
Hingga pada bulan Maret 2024 terdapat enam orang yang diduga anaknya menjadi korban pencabulan oleh IK.
“Sebenarnya sudah ada laporan itu dari warga saya Desember 2023 tapi udah diredam, dan ada laporan lagi satu orang di bulan Februari, terus yang sisanya enam orang Maret ini,” lugasnya.
Baca juga: Miris! Siswi SMP di Jaksel Jadi Korban Pencabulan Gurunya di Sekolah, Polisi Langsung Turun Tangan
Eliana mengungkapkan dugaan pelecehan itu bermula saat terduga korban mengaku ke orangtuanya kerap mengalami sakit ketika buang air kecil.
Justru awalnya terduga korban tidak berani menceritakan kepada orangtuanya lantaran malu.
Namun berkat penjelasan dari orangtua, para terduga korban pun langsung menceritakan kronologi dugaan pencabulan tersebut.
“Awalnya itu terduga korban katanya sakit kalau pipis, lama-lama orangtua nanya kenapa sakit perih akhirnya ditanya karena anak-anak segitu kan ada takut ada malu, akhirnya cerita,” pungkasnya.
Kini kasus tersebut masih dalam penanganan Polres Metro Jakarta Timur unit PPA. (m37)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Polisi Amankan Terduga Pelaku Pencabulan 4 Anak di Tangsel, Modus Cekoki Minuman Misterius |
|
|---|
| Keluarga Korban Cabut Laporan, Predator Anak di Pasar Rebo Dipulangkan Satreskrim Polres Jaktim |
|
|---|
| RK Divonis 10 Tahun Penjara, KPAD Depok Kini Fokus Pemulihan Trauma Korban |
|
|---|
| Bocah Perempuan di Bekasi jadi Korban Pencabulan Pamannya Sendiri, Berdalih Tawarkan Pijat |
|
|---|
| Sosok Rudy Kurniawan, Anggota DPRD Depok Divonis 10 Tahun usai Setubuhi ABG 15 Tahun Berkali-kali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pencabulan-pemerkosaan-pelecehan-anak.jpg)