Jumat, 24 April 2026

Pilpres 2024

Airlangga Ungkap Anggaran Program Makan Siang Gratis Akan Gunakan Dana BOS

Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa anggaran pembiayaan program makan siang gratis akan gunakan dana BOS

Wartakotalive.com/Alfian Firmansyah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa anggaran pembiayaan program makan siang gratis yang dijanjikan kubu Prabowo-Gibran, akan bersumber atau menggunakan anggaran dari dana Bantuan Operasional Sekolah atau (BOS). 

WARTAKOTALIVE.COM -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa anggaran pembiayaan program makan siang gratis yang dijanjikan kubu Prabowo-Gibran, akan bersumber atau menggunakan anggaran dari dana Bantuan Operasional Sekolah atau (BOS).

Adapun dana BOS berasal dari anggaran di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Program makan siang gratis ini merupakan program andalan dari calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran).

Menurut Airlangga nantinya pola pendanaan program ini akan melalui BOS Spesifik atau Bos Afirmasi.

"Kami mengusulkan pola pendanaannya melalui Bantuan Operasional Sekolah spesifik atau BOS Spesifik atau BOS Afirmasi untuk khusus menyediakan makan siang untuk siswa," ujar Airlangga saat simulasi program makan siang gratIs di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Kamis (29/2/2024).

BOS Afirmasi adalah program pemerintah pusat yang dialokasikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang berada di daerah khusus, yang ditetapkan oleh kementerian.

Baca juga: Bank Dunia Komentari Program Makan Siang Gratis Prabowo, Dosen Komunikasi Binus: Bentuk Arogansi

Airlangga menjelaskan nantinua dana program makan siang gratis itu akan langsung disalurkan ke rekening sekolah. 

Menurutnya akan ada rekening terpisah antara penyaluran BOS Reguler dan BOS Spesifik.

Tujuannya, menurut Airlangga agar ada evaluasi dan pemantauan yang jelas atas pembiayaan program tersebut. 

Seperti diketahui program makan siang gratis bagi siswa sekolah yang dijanjikan kubu Prabowo-Gibran disimulasikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto di sekolah di Tangerang, Banten, Kamis (29/2/2024).

Dalam simulasi program makan siang gratis yang pertama kali ini, Airlangga melakukannya di SMPN 2 Curug, Tangerang.

Airlangga mengungkapkan ada tiga alasan dipilihnya SD dan SMP di Tangerang untuk dijadikan wilayah percobaan untuk menerapkan program makan siang gratis.

Baca juga: Banjir Kritik, Istana Kini Bilang Program Makan Siang Gratis Tak Pernah Dibahas di Rapat Kabinet

Adapun alasannya terkait tipologi wilayah dari lokasi sekolah di Tangerang yang dianggap ideal untuk simulasi program makan siang gratis.

"Saya berharap karena di Kabupaten Tangerang ini punya sekolah dengan tiga tipologi nasional yaitu di perkotaan, pedesaan, dan pesisir."

"Sehingga ini ideal untuk menjadi piloting atau percobaan (program makan siang gratis) dan oleh karena itu saya berharap simulasi ini bisa menjadi kick-off dan dapat diterapkan di tempat lainnya," ujar Airlangga dalam rapat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang di SMPN 2 Curug, Tangerang dikutip dari YouTube Kompas TV.

Airlangga menjelaskan, adanya simulasi ini untuk melihat mekanisme yang bakal dilakukan terkait penyediaan makan siang gratis bagi siswa ini antara UMKM dan pihak sekolah.

Selain itu, sambungnya, simulasi ini digelar untuk melihat infrastruktur apa saja yang dibutuhkan untuk menyokong program ini.

"Dengan adanya tiga tipologi sekolah, infrastruktur, plus yang kita ingin lihat itu bagaimana mekanisme atau SOP antara sekolah dan UMKM," tuturnya.

Airlangga menuturkan simulasi ini juga berguna untuk memberikan edukasi terkait gizi yang dibutuhkan oleh para siswa.

Kendati demikian, dia menilai ada tantangan yang harus dihadapi terkait program ini yaitu membiasakan para siswa agar tetap mengonsumsi makanan bergizi di luar program makan siang gratis.

Airlangga mengatakan hal tersebut menjadi tantangan lantaran masih adanya pedagang makanan di sekitar sekolah yang menjual makanan tidak sehat dengan tampilan menarik sehingga membuat siswa tetap membelinya.

"Ada tantangan makanan tidak sehat di sekitar sekolah yang mempunyai daya tarik bagi anak-anak. Biasanya kan anak-anak suka makanan yang instan," ujarnya.

Dirinya juga mengungkapkan dilakukannya simulasi ini untuk menghitung anggaran yang diperlukan dan menu yang bakal disediakan dalam program makan siang gratis.

"Ketahanan pangan lokal itu penting sehingga asupan itu menjadi asupan yang tersedia di lokal."

"Jadi jangan sampai nanti asupannya harus 'impor'," tuturnya.

Lebih lanjut, Airlangga menuturkan, dalam skala nasional, program makan siang gratis diprioritaskan untuk siswa SD dan SMP.

Dia menegaskan simulasi ini sangat penting demi mendorong daerah lain untuk bersedia menjadi wilayah percontohan program makan siang gratis ini selain Tangerang.

"Karena nantinya ini direplikasi di berbagai daerah dan kami ingin meng-encourage daerah-daerah lain yang bersedia menjadi percontohan atau simulasi seperti yang dilakukan di Tangerang," tuturnya.

Contoh Menu Makan Siang Gratis, Ketoprak hingga Siomay

Setelah rapat, Airlangga langsung diperlihatkan oleh pihak SMPN 2 Curug terkait menu program makan siang gratis bagi siswa.

Dalam pantauan di YouTube Kompas TV, makanan yang disajikan adalah ketoprak dengan anggaran per porsi Rp 15.000.

Adapun ketiga bahan makanan tersebut diolah layaknya gado-gado dengan ada sambal kacang.

Kemudian, ketika Airlangga bertanya kepada salah satu siswa, ternyata porsi makan siang gratis itu terlalu banyak.

Dia juga menjelaskan, menu yang disajikan kepada para siswa akan berbeda tiap harinya.

Adapun contoh menu lain yang bakal disajikan seperti nasi campur yang terdiri dari nasi, telur, tempe, dan sayur.

Menurutnya, komposisi makanan yang disajikan itu sudah sesuai dengan gizi yang dibutuhkan para siswa.

"Dari sini kita bisa lihat, anak-anak nantinya tidak bosen," kata Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, Airlangga turut bertanya kepada pihak sekolah terkait penyuplai bahan makanan untuk program ini.

Pihak sekolah pun menyebut seluruh bahan makanan didapat dari UMKM di Tangerang.

Baca juga: Banjir Kritik, Istana Kini Bilang Program Makan Siang Gratis Tak Pernah Dibahas di Rapat Kabinet

Baca juga: Pimpinan Banggar DPR Sebut Pembahasan Makan Siang Gratis oleh Kabinet Jokowi Tak Wajar

Salah satu pihak UMKM yaitu penjual siomay pun mengaku cocok terhadap harga yang dipatok per porsi makanan yaitu Rp 15.000.

Airlangga pun berkesempatan untuk mencicipi siomay yang menjadi salah satu menu program makan siang gratis tersebut.

Adapun bahan baku siomay tersebut terdiri dari siomay (tiga potong), kentang (1/2 potong), tahu, dan dicampur dengan saus bumbu kacang.

Penjual siomay tersebut mengungkapkan satu porsi tersebut berjumlah 590 kalori dan diklaim cukup untuk memenuhi standar gizi bagi para siswa.

Kritik Program Makan Siang Gratis

Program makan siang gratis ini mendapatkan kritik dari Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal.

Ada beberapa hal yang ia soroti terkait janji itu.

Pertama, keberlanjutan program.

Menurut Faisal sebaiknya calon presiden tidak menjanjikan program populis namun tak berkelanjutan.

"Pertanyaannya, gizi seimbang apakah dengan program makan gratis akan berkelanjutan?," katanya.

Kedua, tambah Faisal, adalah masalah ketepatan sasaran.

"Jadi masalah ketepatan sasaran ini sama seperti yang kita hadapi di bansos, cuma langsung dalam bentuk makanan. Kembali ke tujuannya, pertama apakah bisa mencapai gizi seimbang dalam program makan gratis 1 tahun? Kedua masalah sustainability," ujarnya.

Ketiga, kata dia, masalah anggaran Rp 400 triliun per tahun untuk melaksanakan program itu.

Faisal mengatakan dana Rp 400 triliun itu jumlah yang besar jika dibebankan ke APBN.

"Jangan sampai bungkusnya untuk mencapai gizi seimbang, untuk meningkatkan dari sisi SDM dan multiplier effect tapi anggarannya besar dan sebetulnya lebih banyak ke kepentingan populis," katanya.

Pengamat Ekonomi INDEF Nailul Huda mengatakan wacana program makan gratis ini sebetulnya sama dengan program BBM gratis milik PKB dan Cak Imin.

"Program makan gratis milik kubu Prabowo juga sangat tidak mendasar dan cenderung halusinasi. Biaya Rp 400 triliun, pendidikan sudah Rp 600 triliun, belum lagi biaya pegawai, transfer ke daerah, dana desa, dan subsidi energi, sudah abis itu APBN," kata Nailul.

Menurutnya, program tersebut tidak realistis karena anggaran tidak akan punya ruang untuk pembangunan.

"Tidak ada ruang untuk pembangunan. Jadi sangat tidak realistis. Tim ekonomi dari Pak Prabowo harus melihat kapasitas fiskal kita, anggaran prioritas, hingga kebijakan publik. Tapi ya namanya politik, janji itu harus diucapkan, tapi tidak harus dijalankan bukan?" katanya.

Direktur CELIOS Bhima Yudhistira juga mengatakan hal serupa. Program makan gratis milik Prabowo ibarat pepesan kosong.

Apalagi anggaran pada tahun depan akan tersandera untuk membayar bunga, proyek infrastruktur dan belanja pegawai.

Terlebih Presiden Jokowi menjanjikan kenaikan gaji PNS dan uang pensiun.

Baca juga: Jokowi Enggak Pantas Bahas Program Makan Siang Gratis, Mending Cari Solusi Beras Langka

Menurutnya, jika memang Prabowo concern dalam mengatasi stunting, hal yang harus dibenahi pertama kali adalah soal data.

Kemudian ketepatan anggaran. Sebab selama ini anggaran stunting banyak dipakai untuk dinas luar kota hingga perbaikan pagar puskesmas.

"Kalau dia berani bilang anggaran perjalanan dinas saya potong 90 persen, itu akan ada penghematan yang bisa masuk ke penanganan stunting secara tepat sasaran," kata Bhima.

Jadi, kata dia, untuk bisa menuntaskan masalah stunting selain perbaikan data dan penghematan birokrasi, koordinasi lintas sektoral juga harus dilakukan.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved