Makan Siang Gratis
Makan Siang Gratis Dibahas di Rapat Kabinet Paripurna, Disorot Bank Dunia
Program makan siang gratis mendapat sorotan tajam dari Bank Dunia. Mereka minta dicermati anggaran yang mencapai ratusan triliun.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Bank Dunia (world Bank) menyoroti program makan siang gratis yang dibahas di rapat kabinet paripurna belum lama ini.
Bank Dunia meminta pemerintah Indonesia mencermati kembali program tersebut, terutama dari aspek anggaran.
Program makan siang gratis menjadi jualan utama paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Dalam real count KPU, pasangan ini memperoleh suara terbesar dan belum ditetapkan sebagai pemenang Pilpres.
Namun program tersebut sudah dibahas dalam rapat kabinet paripurna.
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen menilai Program Makan Siang Gratis perlu direncanakan dengan matang.
Menurutnya, pemerintah perlu terlebih dahulu menetapkan dengan pasti bentuk dan sasaran program tersebut, kemudian membandingkannya dengan sumber daya yang dimiliki saat ini.
Baca juga: Program Makan Siang Gratis Unggulan Prabowo Rp 15.000 Per Anak, Menkes: Kenyang Gak?
"Tergantung program seperti apa yang akan dilaksanakan dan bentuknya apa.
Semua rencananya harus benar-benar dipersiapkan dan biayanya juga dipersiapkan," kata Satu Kahkonen di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, seperti dilansir Kompas.com, Rabu (28/2/2024).
Sebagai perwakilan Bank Dunia, hingga saat ini Satu Kahkonen masih menunggu rincian lebih lanjut program makan siang gratis dari pemerintah.
"Kami masih menantikan rincian program tersebut. Untuk Indonesia pada dasarnya berpegang pada pagu defisit fiskal yang telah ditetapkan sebesar 3 persen dari PDB, sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujarnya seperti dilansir Kompas.com dari Antara.
Program makan siang gratis dan susu gratis telah didiskusikan dalam pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025.
Dalam dokumen visi-misi pasangan Prabowo-Gibran, program itu bertujuan mengatasi masalah tengkes (stunting) dan bakal menyasar siswa pra-sekolah, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan pesantren dengan anggaran hampir mencapai Rp 500 triliun.
Baca juga: VIDEO Sri Mulyani Bicara Soal Gembar-gembor Program Makan Siang Gratis
Bantuan gizi juga akan diberikan kepada ibu hamil dan balita di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesehatan dan membantu ekonomi keluarga. Program tersebut menargetkan lebih dari 80 juta penerima manfaat dengan cakupan 100 persen pada tahun 2029.
Untuk diketahui, KEM-PPKF merupakan dokumen resmi negara yang menjadi acuan penyusunan Nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ilustrasi-Program-Makan-Siang-Gratis.jpg)