Pilpres 2024
Kubu Anies dan Ganjar Tuding Pilpres 2024 Curang, AHY: Wajar, Semua Negara juga gitu
Ketua Umum Partai Demokrat AHY bereaksi atas hak angket yang mau digulirkan kubu Anies dan Ganjar. Ini katanya.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saat ini kubu Anies dan Ganjar sedang menyusun bukti dan fakta terkait Pilpres 2024.
Hasilnya, publik sudah tahu bahwa pasangan Prabowo-Gibran menang satu putaran.
Hal ini membuat syok kubu Anies dan Ganjar. Mereka tak menyangka hasilnay bisa mutlak seperti itu.
Baca juga: PDIP Menang di Kandang Banteng, Nusron Wahid: Mas Ganjar tidak Bisa Lebih Besar dari Si Merah
Alhasil, saat ini kubu Anies dan Ganjar tengah menyusun kekuatan untuk pengajuan hak angket di DPR RI.
Menyikapi itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang tadinya oposisi dengan pemerintah turut buka suara.
AHY baru saja dianugerahi jabatan mentereng oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN).
AHY pun mengajak kubu Anies dan Ganjar untuk move on menyikapi hasil Pilpres 2024 ini.
Baca juga: AHY Masuk Kabinet Jokowi, Partai Demokrat Langsung Sindir Menteri yang Bertingkah Seperti Oposisi
Di mana, berdasarkan hasil sementara, paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh suara tertinggi.
"Yang jelas kita justru harus move on. Lima tahun, sepuluh tahun ke depan ini banyak tantangan dan komplikasinya."
"Saatnya kita harus membangun kembali rekonsiliasi bangsa dan kita berikan ruang demokrasi," kata AHY di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/2/2024).
Dalam hal ini, AHY mengatakan, meski hasil Pemilu 2024 belum resmi diumumkan, tetapi pemenangnya sudah diketahui berdasarkan pada hitung cepat berbagai lembaga.
Baca juga: Heikal Safar Yakin AHY Mampu Memberangus Praktik Mafia Tanah usai Dilantik menjadi Menteri ATR/BPN
Yakni, Prabowo-Gibran yang diusung Partai Demokrat unggul, dengan raihan suara di atas 50 persen dan diprediksi menang Pilpres 2024 satu putaran.
"Yang jelas kita tidak usah prejudice soal kecurangan dan sebagainya. Saya tahu ini adalah bagian ekspresi dari berbagai kalangan pasca penghitungan suara. Itu wajar. Setiap tahun pemilu di negara mana pun selalu ada isu-isu demikian," ujar AHY
"Tetapi saya punya keyakinan, walaupun sekarang masih penghitungan sementara, tapi yang jelas sudah bisa terbaca siapa yang menjadi pemenang pemilu," tegasnya.
Kendati demikian, AHY tetap menghormati penghitungan suara Pemilu sampai dengan tuntas.
"Kalau ada yang tidak puas ada mekanismenya silakan, itu hak warga negara, hak partai politi."
"Tetapi saya tidak ingin terjebak kita terlalu carut marut dalam isu-isu semacam itu karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan," tandasnya.
Soal hak angket DPR terkait penyelenggaraan Pilpres 2024 tersebut, pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menilai, mungkin saja terjadi.
"Kalau kita pakai model komposisi koalisi pasca Pilpres sebelum Oktober. Setidaknya koalisi non Jokowi itu ada 314 kursi di DPR. Jadi hampir sekitar 60 persen," kata Ray di Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2024).
Namun, ditegaskan Ray, hal itu masih kalkulasi kasat mata.
Ray mengatakan, ia tak tahu apakah Nasdem dan PKB bakal setuju atau tidak soal hak angket tersebut.
Pasalnya, pada Minggu (18/2/2024) lalu, NasDem sempat bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan.
"Mengingat kemarin NasDem bertemu dengan Presiden Jokowi. Apakah pertemuan tersebut ada pembicaraan terkait angket kita tidak tahu."
"Tetapi paling jauh ada PKS dan PDIP. Menurut saya PKS dan PDIP juga sudah lumayan bagus," tegasnya.
Ray juga menilai, hak angket yang diusulkan kubu Anies dan kubu Ganjar tersebut, kemungkinan akan lolos pada tahap pertama.
Namun, tidak akan sampai pada kesimpulan.
"Jadi mereka akan tetap angketkan. Tetapi dengan batas-batas tertentu," jelasnya.
Sebagai informasi, hak Angket DPR sendiri bertujuan untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan suatu undang-undang/kebijakan pemerintah. Yang berkaitan dengan hal penting diduga dilaksakan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Berikut ini hasil real count Pilpres 2024 Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) hari Kamis (22/2/2024) pukul 04.00 WIB.
Hingga Kamis pagi, 612.347 dari total 823.236 Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau sekitar 74,38 persen, telah menginput perolehan suara Pilpres 2024.
Berdasarkan hasil real count Pilpres 2024, pasangan calon (paslon) 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, masih unggul dengan perolehan 63.435.838 suara.
Prabowo-Gibran unggul di 36 dari 38 provinsi dan wilayah luar negeri, dengan lumbung suara terbanyak di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Sementara itu, paslon 01, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, yang bertengger di urutan kedua, meraup 25.916.279 suara.
Terakhir, paslon 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, tertinggal dari dua lawannya dengan perolehan 18.343.928 suara.
Berikut hasil real count Pilpres 2024 per Rabu pukul 21.00 WIB:
Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar: 25.916.279 (24,1 persen)
Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka: 63.435.838 (58,8 persen)
Ganjar Pranowo-Mahfud MD: 18.343.928 (17,03 persen)
Pantau hasil Pemilu 2024 di sini.
*) Disclaimer:
Publikasi Form Model C/D Hasil adalah hasil penghitungan suara di TPS dengan tujuan untuk memudahkan akses informasi publik.
Penghitungan suara yang dilakukan oleh KPPS, rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilu dilakukan secara berjenjang dalam rapat -pleno terbuka oleh PPK, KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi dan KPU berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News
Tim Sinkronisasi Prabowo-Gibran Tegaskan Pemangkasan Makan Bergizi Rp 7.500 Cuma Isu |
![]() |
---|
Gibran Mundur dari Wali Kota Solo, Mardani Ali Sera Sebut Perlu Banyak Menyerap dan Siapkan Diri |
![]() |
---|
Menko PMK Muhadjir Sebut Transisi Pemerintahan Jokowi ke Prabowo Sudah Dibahas Dalam Rapat Kabinet |
![]() |
---|
AHY Dukung Prabowo Tambah Pos Kementerian dan Tak Persoalkan Berapa Jatah Menteri untuk Demokrat |
![]() |
---|
Prabowo-Gibran Ngopi Santai di Hambalang, Gerindra: Sangat Mungkin Bahas Format dan Formasi Kabinet |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.