Berita DPRD Kota Bogor
DPRD Kota Bogor Beri 8 Catatan Penting untuk Pemkot Terkait Raperda Penyertaan Modal
DPRD Kota Bogor bahas tiga draf Raperda yang disampaikan Pemkot Bogor dalam rapat Paripurna. 8 catatan penting disampaikan dewan Kota Bogor itu.
WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyerahkan susunan tiga draft Raperda ke DPRD Kota Bogor.
Ketiga draf Raperda itu diserahkan dalam Rapat Peripurna ke Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto dan Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Dadang I. Danubrata, Senin (19/2/2024).
Ketiga draf Raperda itu adalah Raperda tentang Pedoman Penyertaan Modal Pemerintah Daerah, Pembentukan Produk Hukum Daerah dan Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Baca juga: Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor dan Keluarga Nyoblos di TPS 73 Taman Sari Persada
DPRD Kota Bogor pun memberikan pandangan umum fraksi-fraksi terkait tiga Raperda yang diajukan oleh Pemerintah Kota Bogor.
Juru bicara fraksi-fraksi DPRD Kota Bogor yang juga ketua Fraksi Golkar, Eka Wardhana menyampaikan ada delapan catatan yang harus diperhatikan dalam menyusun Raperda tentang Pedoman Penyertaan Modal Pemerintah Daerah.
Salah satunya adalah terkait dengan prosedur penyertaan modal. Dimana dalam Raperda harus ditentukan prosedur yang jelas untuk melakukan penyertaan modal daerah, termasuk syarat dan tahapan yang harus dilalui.
Baca juga: Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Pemilih Muda Datang ke TPS Gunakan Hak Suaranya
Mengingat Pemerintah Kota Bogor dapat memberikan penyertaan modal kepada perusahaan selain BUMD Kota Bogor. Seperti penyertaan modal untuk Bank Jabar dan perusahaan lainnya yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Menurut hemat kami apabila hal tersebut dimungkinkan kiranya ada pengaturan tentang penyertaan modal terhadap perusahaan lain selain BUMD,” jelas Eka.
Lebih lanjut, Eka menyampaikan DPRD Kota Bogor memiliki pandangan bahwa produk hukum daerah merupakan instrumen penting dalam pengaturan tata kelola dan kehidupan masyarakat di tingkat lokal. Sehingga, produk hukum daerah harus bisa mengakomodasi kebutuhan dan karakteristik unik dari Kota Bogor yang menyesuaikan kebijakan dan dinamika lokal.
Dalam pandangan umum fraksi, Eka menyebut terdapat lima catatan yang harus diperhatikan dalam penyusunan Raperda tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah.
Baca juga: Sidak Pasar Jambu Dua, Komisi III DPRD Kota Bogor Was-was Banjir di Lantai Satu
Salah satunya adalah penyalahgunaan kekuasaan dimana produk hukum bermuatan kepentingan politik tertentu daripada kepentigan masyarakat pada umumya.
“Dengan mengidentifikasi sisi negatif ini pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan manfaat dari produk hukum daerah yang disusun dan diimplementasikan,” ungkap Eka.
Terakhir, terkait dengan Raperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Eka menyampaikan DPRD Kota Bogor menilai isu lingkungan adalah isu yang penting dan harus diperhatikan oleh Pemerintah Kota Bogor.
Raperda penyelenggaraan dan perlindungan lingkungan hidup bertujuan untuk mengatur dan melindungi lingkungan hidup di suatu wilayah tertentu.
Biasanya, mencakup berbagai hal seperti pengelolaan limbah, penghijauan kawasan, pelestarian sumber daya alam, dan upaya-upaya lain untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
| DPRD Kota Bogor Setujui Rancangan APBD 2026, Adityawarman Adil: Menjawab Kebutuhan Masyarakat |
|
|---|
| Ketua DPRD Adityawarman Adil Terima Kunjungan Permak, Perkumpulan Orang Minang di Kota Bogor |
|
|---|
| Komisi II DPRD Kota Bogor Bersama Bapenda dan Kejari Sisir Wajib Pajak Nunggak |
|
|---|
| Adityawarman Berharap Siswa SMA Taruna Nusantara asal Kota Bogor Jadi Aktor Pembangunan |
|
|---|
| Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Apresiasi UIKA Bogor atas Raihan Akreditasi Unggul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Rapat-Paripurna-DPRD-Kota-Bogor-3-Raperda.jpg)