Rabu, 22 April 2026

Pilpres 2024

Nusron Wahid Menyesal Pernah Bela Ahok di Pilkada DKI Jakarta

Politisi Golkar Nusron Wahid mengaku menyesal pernah membela Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tersangkut kasus penistaan agama di Pilkada DKI

Editor: Desy Selviany
Warta Kota/Alfian Firmansyah
Sekretaris TKN Prabowo-Gibran Nusron Wahid rumah relawan Prabowo-Gibran, Slipi, Jakarta Barat, Senin (13/11/2023) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM - Politisi Golkar Nusron Wahid mengaku menyesal pernah membela Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tersangkut kasus penistaan agama di Pilkada DKI Jakarta lalu.

Pernyataan itu dilontarkan Nusron Wahid usai Ahok melontarkan kritik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (6/2/2024).

Ahok menyebut Presiden Jokowi tidak bisa bekerja selama menjadi Presiden RI.

Nusron Wahid mengatakan sindiran Ahok tidak perlu ditanggapi lebih lanjut. Sebab menurutnya karakteristik Ahok memang kerap membuat gaduh.

"Ahok itu tidak usah ditanggapi. Karena dia kerjaannya hanya bisa ngomong dan bikin gaduh saja dari dulu," kata Nusron, Selasa (6/2/2024) seperti dikutip Tribunnews.com.

Nusron mengakui sempat mendukung Ahok ketika menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Namun kini, Nusron mencabut dukungan tersebut.

Nusron bahkan menyebut Ahok kini menjadi beban masyarakat karena kerap memberi pernyataan kontroversial.

"Dulu saya belain karena saya anggap aset bangsa. Ternyata sekarang menjadi beban masyarakat atas masa lalunya," imbuhnya.

Nusron lantas menyinggung Ahok yang tidak pernah belajar dari kesalahan masa lalu. Ia menyebut, Ahok hingga kini masih gemar membuat keresahan masyarakat.

"Orang kayak dia dari dulu hobinya bikin keresahan masyarakat tapi gak pernah belajar," kata Nusron.

Diketahui saat Pilkada DKI Jakarta 2016 lalu Nusron Wahid gencar membela Ahok.

Dikutip dari Kompas.com Nusron Wahid, mengaku sudah melihat secara utuh rekaman video kegiatan Gubernur DKI Jakarta Ahok di Pulau Seribu yang berdurasi satu jam.

Dari rekaman utuh satu jam itu, kata dia, tidak ada satu pun rangkaian kalimat yang menyatakan Ahok melakukan penistaan terhadap Al Quran.

Menurut Ketua PBNU ini, Ahok justru memberikan edukasi kepada rakyat agar memilih secara cerdas.

Ahok mengedukasi warga agar jangan mau dibohongi oleh orang yang mempolitisasi agama.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved