Kesehatan
Mengenal Retrograde Intrarenal Surgery, Metode Operasi Batu Ginjal dengan Minimal Invasif
Metode Retrograde Intrarenal Surgery efektif mengatasi masalah batu ginjal melalui proses pembedahan sayatan luka kecil.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Salah satu masalah utama urologi yang diderita oleh masyarakat di Indonesia adalah batu ginjal dan saluran kencing.
Saat ini, metode RIRS (Retrograde Intrarenal Surgery) telah menjadi terobosan dalam dunia bedah untuk pengobatan batu ginjal.
Metode minimal invasif atau proses pembedahan dengan sayatan luka kecil ini tidak hanya efektif mengatasi masalah batu ginjal, tetapi juga memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan dengan metode bedah lainnya.
Dokter Spesialis Urologi dari RS Siloam ASRI, Prof. DR. dr. Nur Rasyid, Sp.U (K), mengatakan, bahwa metode RIRS bermanfaat untuk melakukan diagnosis sekaligus tindakan pengobatan kelainan di saluran kencing mulai ureter hingga ke ginjal.
"Singkatnya, metode RIRS menjadi metode yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan permasalahan pada batu ginjal dengan satu prosedur tindakan," ujar Prof. Nur Rasyid seperti dikutip dalam keterangan resmi, Kamis (1/2/2024).
Prinsip kerja RIRS
Prof. Nur Rasyid menjelaskan, secara prinsip, metode ini dilakukan dengan memasukkan teropong kecil melalui saluran kemih bagian bawah hingga ke kandung kemih.
Selanjutnya, teropong kecil akan terus masuk melalui saluran kemih bagian atas (ureter) dan masuk ke ginjal.
"Dokter urologi dapat menggunakan laser untuk memecah batu ginjal menjadi fragmen kecil bahkan sampai menjadi pasir dan debu, kemudian alat penghisap dengan mudah mengeluarkannya atau bisa sisanya melalui urine," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, prinsip yang digunakan dalam metode RIRS ini terbilang menguntungkan karena pendekatan minimal invasif dapat mengurangi risiko komplikasi dan mempersingkat waktu pemulihan pasien.
"Prosedur ini juga memungkinkan dokter untuk memvisualisasikan dan mengobati batu ginjal bahkan lokasi yang sulit dijangkau dalam sistem kemih tanpa harus melakukan sayatan atau operasi terbuka," sebut Prof. Nur Rasyid.
Sebelum melakukan metode ini, pastikan pasien sudah menjalani laboratorium apakah mengalami infeksi, apabila diperlukan maka harus diobati infeksinya terlebih dahulu dan toleransi operasi untuk memastikan aman selama prosedur.
"Dengan CT Scan dipastikan lokasi, ukuran dan kekerasan batu pada ginjal dan saluran kemih lainnya," ungkap Prof. Nur Rasyid.
Adapun perkiraan waktu yang diperlukan adalah kurang dari atau maksimal dua jam guna menghindari risiko terjadinya komplikasi seperti sepsis atau pengaruh panas dari Laser yang berlebihan.
Biasanya dokter spesilais urologi yang menangani pasien batu ginjal ini akan melakukan penjadwalan lagi, jika diperlukan penanganan lebih lanjut.
Retrograde Intrarenal Surgery
operasi batu ginjal
RS Siloam ASRI
Prof. DR. dr. Nur Rasyid
Dokter Spesialis Urologi
| 90 Persen Manusia Habiskan Waktu di Dalam Ruangan, Ini Bahaya Timbal Pada Cat Tembok Bagi Kesehatan |
|
|---|
| Kapan Anak Perlu Suplemen Zat Besi? Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Gejala Varises dan Tangani Sebelum Terlambat |
|
|---|
| Faktor Genetik Pengaruhi Risiko Jantung dan Tekanan Darah Tinggi |
|
|---|
| Ketum PERDOSRI: Pentingnya Perubahan Paradigma Layanan Kesehatan Menuju Pemulihan Fungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ilustrasi-adanya-batu-ginjal.jpg)