Sabtu, 11 April 2026

Berita Jakarta

Polisi Periksa 5 Saksi Buntut Kasus Robohnya Tembok SPBU di Tebet 

Diketahui sebelumnya, tembok pembatas SPBU di Tebet, Jakarta Selatan, roboh dan menewaskan 3 orang, pada Minggu (21/1/2024).

Penulis: Nurmahadi | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Nurmahadi
Kondisi tembok pembatas SPBU di Jalan Tebet Barat Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, yang roboh dan menewaskan satu keluarga yang terdiri dari tiga orang. 

Laporan Reporter Wartakotalive.com, Nurmahadi 

WARTAKOTALIVE.COM, TEBET- Polisi mulai selidiki penyebab robohnya tembok pembatas SPBU di Jalan Tebet Barat Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

Terkini, pihak kepolisian telah memeriksa 5 saksi, guna mengetahui penyebab insiden tersebut.

5 saksi itu terdiri dari 3 saksi dari pihak SPBU, dan 2 lainnya berasal dari warga.

"5 saksi, 3 dari pihak SPBU, 2 dari pihak warga," kata Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi, saat dikonfirmasi Selasa (23/1/2024).

Diketahui sebelumnya, tembok pembatas SPBU di Tebet, Jakarta Selatan, roboh dan menewaskan 3 orang, pada Minggu (21/1/2024).

Baca juga: Buntut Tembok SPBU Ambruk Hingga Tewaskan 3 Orang, DPRD DKI Minta Pemprov DKI Tingkatkan Pengawasan

Petugas PMI Jakarta Selatan mengevakuasi korban robohnya tembok SPBU di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (21/1/2024)
Petugas PMI Jakarta Selatan mengevakuasi korban robohnya tembok SPBU di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (21/1/2024) (PMI Jaksel)

Adapun korban tewas yakni satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri, dan satu anak perempuannya.

Amri (40), selaku anak korban, mengaku tembok SPBU itu telah miring dan alami keretakan, sebelum roboh dan memakan korban.

Menurut Amri, tembok tersebut telah miring selama kurang lebih 6 tahun.

"Memang temboknya ini, sudah agak miring ini, sudah agak lama. Lebih dari 6 tahun," kata dia saat ditemui di lokasi, Senin (22/1/2024).

Amri menuturkan, sang ayah sempat mengadukan tembok yang miring itu kepada security SPBU.

Namun, aduan itu tak digubris, hingga akhirnya tembok pembatas SPBU roboh, dan menewaskan orangtua, serta adik Amri.

"Kalau bapak saya bilang perihal masalah tembok ini, dia sudah pernah cerita, ngobrol-ngobrol biasa dengan security. Tapi saya engga tau securitynya pom besinnya yg mana," ujar Amri.

"Dia cuma menyampaikan ‘tolong sampaikan ke pihak pengelola kalau tembok ini sudah pada miring dan juga itu pada retak-retak. Tapi sampai terjadinya makan korban ini, Engga ada apa-apa," sambungnya.

Di samping itu, berdasarkan pantauan wartakotalive.com di lokasi, Senin (22/1/2024), tampak puing-puing beton dari tembok tersebut, masih berserakan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved