Berita Nasional
BNPB: Bencana 2023 Lebih Banyak Dibanding 2022, dari Tanah Longsor hingga Cuaca Ekstrim
BNPB mencatat terjadi peningkatan jumlah bencana di Indonesia pada tahun 2023 dibandingkan 2022.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi peningkatan jumlah bencana di Indonesia pada tahun 2023 dibandingkan 2022.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan peningkatan tersebut berkisar selisih lebih kurang 1.000 jumlah bencana.
“Kalau di tahun 2022 mencapai 3.000 jumlah bencana ya, di 2023 BNPB mencatat lebih tinggi lagi 4.940 terjadi bencana,” kata Suharyanto saat agenda kaleidoskop bencana 2023 dan outlook bencana 2024 di Pusat Pengendalian Operasi Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (12/1/2024).
Namun Suharyanto menuturkan jumlah tersebut bersifat fluktuatif atau kondisi tidak tetap.
Pasalnya, di tahun 2020 dan 2021 jika dibandingkan tahun 2023 jauh lebih tinggi jumlah bencana yang terjadi.
Baca juga: BPBD DKI Kerahkan 267 Personel Terlatih untuk Hadapi Bencana Saat Hujan Ekstrem di Jakarta
“Tapi kalau dilihat tahun 2021 dan 2020 angkanya tembus di 6.000, tentu kejadian ini sangat fluktuatif, kami tidak bisa melihat dari jumlah kejadian bencananya saja,” imbuhnya.
Namun Suharyanto sampaikan walaupun kejadiannya meningkat pada tahun 2023, namun dampaknya tidak kerap berbanding lurus dengan jumlah peristiwa.
Bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrim tercatat mendominasi terjadi.
“Dari jumlah 4.940 bencana yang terjadi, paling tidak setengahnya itu bencana hidrometeorologi yang mendominasi,” tuturnya.
Tahun 2023, wilayah Jawa Barat tercatat mendominasi bencana terbanyak jika dibandingkan seluruh wilayah di tanah air.
Baca juga: Ternyata Ada Sesar Aktif Baru di Sumedang, Jadi Penyebab Gempa Akhir Tahun 2023
Sementara wilayah Papua Tengah tercatat mendominasi terendah terjadinya bencana.
“Terkait wilayah yang mendominasi bencana itu Jawa Barat dengan 770 bencana, dan terendah di Papua Tengah yaitu satu bencana,” lugasnya.
Jika dilihat data yang terpampang dalam live streaming kanal YouTube resmi BNPB saat acara berlangsung, secara spesifik bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mendominasi jumlah tang terjadi.
Terkait bencana gempa bumi 31 terjadi, erupsi gunungapi empat kali terjadi, karhutla 1.802 terjadi, banjir 1.170 terjadi, cuaca ekstrem 1.155 terjadi, tanah longsor 579 terjadi, kekeringan 168 terjadi, gelombang pasang dan abrasi 31 terjadi.
Lalu untuk korban meninggal dunia 267 jiwa, hilang 33 jiwa, menderita dan mengungsi 9.002.975 jiwa, dan luka-luka 5.785.
“Tahun 2023 ini karena ada El Nino moderat, itu siklusnya per empat tahun, jadi tahun 2023 El Nino, 2019 El Nino, dan 2015 El Nino, karena El Nino juga banyak di sekira 1802 kejadian, dan sisanya adalah bencana geologi dan vulkanologi,” pungkasnya. (m37)
| Rocky Gerung Ungkap Alasan Hadiri Pelantikan Dudung dan Jumhur di Istana |
|
|---|
| Prabowo Reshuffle Kabinet, Qodari Pimpin Bakom, Dudung Jadi Kepala KSP |
|
|---|
| Dudung Abdurachman Resmi Jadi Kepala Staf Kepresidenan |
|
|---|
| Reaksi Sultan Yogyakarta Atas Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha |
|
|---|
| Ini Deretan Nama-nama Tokoh yang Sambangi Istana Jelang Reshuffle |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Konferensi-pers-penanganan-kelaparan-dan-longsor-di-Kabupaten-Yahukimo.jpg)