Pilpres 2024

Debat Capres: Ganjar Sebut Prabowo Gegabah Saat Memutuskan Pembeli Pesawat Bekas

Ganjar Pranowo tegas menyebut Prabowo terlalu gegabah saat memutuskan membeli pesawat bekas. Nyawa prajurit menjadi taruhannya.

Editor: Rusna Djanur Buana
Dokumentasi Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud/Kompas/com
Pasangan Capres/Cawapres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo-Mohammad Mahfud MD, tampil memakai jaket bomber pada debat ketiga yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (7/1/2023) malam. Debat disiarkan secara langsung sejumlah televisi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Ganjar Pranowo menyebut Prabowo Subianto terlalu gegabah dalam saat memutuskan membeli pesawat tempur bekas.

Pembelian alustita yang dilakukan adalah kebijakan top-down tanpa melibatkan ketiga matra TNI.

Hal tersebut disampaikan Ganjar dalam debat capres-cawapres edisi ketiga Pilpres 2024 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2023).

Awalnya Prabowo bertanya tentang prioritas Ganjar terkait dengan tiga matra jika terpilih menjadi presiden.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu pun langsung menyebut matra Angkatan Laut karena Indonesia adalah negara maritim.

Prioritas kedua adalah matra Angkatan Udara. Nah, saat menjelaskan tentang Matra Udara, Ganjar menyinggung mengenai keputusan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan yang justru berencama membeli pesawat bekas dari Qatar.

Baca juga: Ganjar Pranowo Tegaskan Komitmennya Atas Kemerdekaan Palestina 

"Saya ingin penjelasan mengapa bapak mempunya ide membela pesawat bekas.

Terus terang, kami tidak rela karena ada risiko yang akan dihadapi oleh personel tentara kita.

Itu sebabnya, saya fokus pada pengembangan industri alustita dalam negeri menjadi prioritas, agar kita konsisten membangun pertahanan dalam negeri," jelas Ganjar.

Prabowo kemudian menjelaskan, jangan dilihat soal bekas atau tidak. Pasalnya pesawat yang akan dibeli itu masih memiliki jam terbang yang cukup lama, yakni selama 15 tahun. Teknologinya pun juga sudah canggih.

"Kalau kita beli pesawat anyar, baru tiga tahun ke depan pesawat bisa diterima, dan baru bisa dioperasikan tujuh tahun kemudian.

Baca juga: Anies Sebut Nilai 5 untuk Menhan Prabowo Ketinggian, Ganjar: Sebut Saja Angkanya, Tak Usah Takut 

Artinya ada masa tunggu, itulah sebabnya harus ada jalan keluar. Ingat, alat perang termasuk pesawat punya usia 25-30 tahun," beber Prabowo.

Ganjar pun langsung merespon. "Awalnya saua percaya bapak memahami persoalan ini, tapi saya kemudian menjadi ragu. Saya bertanya kepada kalangan TNI bahwa perencanaan pembangunan pertahanan ternyata top down.

Ini bukan soal pesawat bekas atau tidak, dan ini pernah ditolak di era menteri pertahanan Yuwono Sudarsono. Faktanta, rencana pembelian itu akhirnya juga ditunda. Artinya keputusan bapak sangat gegabah."

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved