Jumat, 17 April 2026

Kecelakaan

Pemerintah China Buka Suara Soal Ledakan Pabrik Smelter di Morowali

Pemerintah China buka suara terkait dengan ledakan pabrik smelter di Morowali, Sulawesi Tengah pada Minggu (24/12/2023).

Editor: Desy Selviany
Istimewa
Ledakan tungku Smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu (24/12/2023). 

WARTAKOTALIVE.COM - Pemerintah China buka suara terkait dengan ledakan pabrik smelter di Morowali, Sulawesi Tengah pada Minggu (24/12/2023).

Diketahui ledakan pabrik smelter di Morowali menewaskan 19 pekerja yang sebagian merupakan tenaga kerja asing (TKA) asal China.

Di mana rinciannya sebanyak 11 orang merupakan pekerja asal Indonesia, sedangkan delapan orang lainnya TKA asal China.

Dikutip dari Tribunnews.com pemerintah China langsung menggelar jumpa pers terkait kecelakaan kerja tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning menyatakan belasungkawa atas para korban.

"Kami (Tiongkok) bersedih atas banyaknya korban jiwa akibat kecelakaan," tuturnya dalam jumpa pers di depan awak media di Beijing, China.

Dia mengatakan kementeriannya bekerja sama dengan sejumlah pihak berwenang di Indonesia telah menginstruksikan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta untuk memberikan bantuan setelah kejadian tersebut.

Termasuk memastikan perawatan medis diberikan kepada para korban cedera dan membantu menentukan penyebab kecelakaan tersebut.

Baca juga: Ledakan Smelter di Morowali, Timnas AMIN : Salah Satu Dampak dari Hilirisasi yang Tak Inklusif

"Kami telah menginstruksikan Kedutaan Besar China di Indonesia untuk segera memverifikasi situasi dan menangani kecelakaan tersebut," ujar Mao Ning, Selasa (26/12/2023).

Selain itu Kedutaan China di RI segera mengaktifkan mekanisme tanggap darurat dan menghubungi pihak terkait untuk berupaya semaksimal mungkin menyelamatkan dan merawat korban luka

Untuk diketahui, hampir 50 persen saham PT Morowali Industrial Park (IMIP) dimiliki oleh perusahaan induk Tiongkok.

Sementara sisanya dimiliki oleh dua perusahaan Indonesia.

Pabrik ini mulai beroperasi pada tahun 2013 dan kini menjadi kawasan industri berbasis nikel terbesar di Indonesia.

Salah satu smelter yang ada di dalam PT IMIP ialah PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS).

PT ITSS adalah perusahan nikel asal China yang beroperasi di kawasan PT IMIP.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved