Kolom Trias Kuncahyono
Pesan Paus Fransiskus di Bulan Desember Jelang Pemilu 2024
Pesan spesial Paus Fransiskus di bulan Natal kepada Trias Kuncahyono, Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Takhta Suci di Vatikan
SEBELUM melangkah keluar dari kamar kerjanya, di Palatium Apostolicum atau Istana Kepausan, Vatikan, Paus Fransiskus berkata lirih pada saya. Mendengar pesan itu, saya mengangguk, menjabat tangannya sambil tersenyum.
Pesan Paus itu, akan selalu saya ingat dan saya laksanakan. Saat itu, saya juga berkeinginan untuk mengajak orang-orang lain untuk melaksanakan pesan Paus.
Hari itu, Senin, 11 Desember 2023. Sambil berjalan meninggalkan kamar kerja Paus dan merenungkan pesannya, saya lemparkan pandangan keluar tembus jendela kaca, tampak langit di atas Roma tidak biru seperti biasa. Abu-abu. Mendung menyelimuti Kota Abadi itu.
Menurut prakiraan cuaca, seharian berawan. Suhu udara 8 derajat Celsius, tapi kata BMKG Roma, terasa empat derajat. Bahkan gerimis tipis-tipis jatuh di mana-mana.
Sejak kami meninggalkan Wisma KBRI Takhta Suci, Vatikan, Jalan Oceano Atlatico 246, Roma, pukul 08.15 menuju ke Vatikan, langit sudah kelabu.
Bahkan beberapa bagian langit tampak awan hitam.
Baca juga: Cerita Kapel Penyimpanan Relikui Peninggalan Orang Kudus, Dubes RI di Vatikan Langsung Merinding
Halaman wisma, rerumputan, dan daun-daun pohon cemara, jeruk, pisang, tanaman mawar, cabe, beberapa tanaman bunga lainnya, basah. Basah air hujan yang turun malam sebelumnya.
Merahnya bunga mawar tak mampu sedikit pun mengurangi kelamnya pagi itu. Padahal, tatkala hari cerah, langit biru, merahnya bunga mawar yang bermekaran di taman dan pot-pot sungguh indah.
Bunga-bunga kecil seperti bunga aster kuning yang bermekaran di taman di depan dan samping wisma, sehari sebelumnya terlihat indah di antara hijaunya daun pun, tak berdaya.
Meski mendung, pagi itu, jalan-jalan sepanjang 13,5 km dari wisma ke Vatikan, padat.
Untung perjalanan kami dituntun mobil polisi, jadi dengan mudah menerobos kemacetan. Dan, 15 menit kemudian mobil kami sudah memasuki Piazza San Pietro, Alun-alun Santo Petrus, halaman depan Basilika Santo Petrus.
***
Ketika mobil kami memasuki Alun-alun Santo Petrus, terlihat sejumlah peziarah dan wisatawan berjalan-jalan, memotret dan berpotret diri di tempat bersejarah yang disekat-sekat dengan pembatas kayu itu.
Di bagian alun-alun yang dekat dengan Basilika berderet kursi ditata rapi.
Baca juga: Megawati Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Kerukunan Umat Beragama di Indonesia Jadi Sorotan
Pohon Natal setinggi 25 meter yang didatangkan dari Pegunungan Alpens, Italia Utara, dekat perbatasan dengan Prancis, sudah didirikan di piazza beberapa meter dari obeliks yang berdiri kokoh melintas zaman di tengah alun-alun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Dubes-RI-di-Vatikan-Trias-Kuncahyono-menyerahkan-Credential-Letter-ke-Paus-Fransiskus.jpg)