Minggu, 10 Mei 2026

Aksi Buruh

Buruh Ancam Kepung Rumah Pj Gubernur DKI Heru Budi, Ini Kata Kasatpol PP

Aliansi Aksi Sejuta Buruh sempat mengancam akan mengepung rumah pribadi Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono di Duren Sawit, Jakarta Timur

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Budi Sam Law Malau
WartaKotalive.com/ Miftahul Munir
Aliansi Aksi Sejuta Buruh mengancam akan mengepung rumah pribadi Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Ancaman tersebut dilayangkan buruh karena Heru tidak kunjung keluar untuk diskusi sebelum menetapkan kenaikan UMP DKI 2024, Selasa (20/11/2023). Kasatpol PP DKI, Arifin mengaku tidak memberikan pengamanan khusus di rumah Heru Budi Hartono terkait adanya ancaman dari buruh tersebut. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Aliansi Aksi Sejuta Buruh mengancam akan mengepung rumah pribadi Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ancaman tersebut dilayangkan buruh karena Heru tidak kunjung keluar untuk diskusi sebelum menetapkan kenaikan UMP DKI 2024, Selasa (20/11/2023).

Kasatpol PP DKI, Arifin mengaku tidak memberikan pengamanan khusus di rumah Heru Budi Hartono terkait adanya ancaman dari buruh tersebut.

Sebab, ia menilai warga Jakarta sudah dewasa dan bisa menyikapi kebijakan Pemda DKI secara baik.

"Pemda tentu pasti semua harus dipertimbangkan. Dipertimbangkan harapan dari pekerja, mempertimbangkan regulasi dan pemerintah, perusahaan kan ada aturan," ucap Arifin, Rabu (22/11/2023).

Arifin mengaku, Pemprov DKI tidak mungkin bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) 51 tahun 2023 tentang pengupahan.

Baca juga: Aksi Buruh di Patung Kuda Nyaris Bentrok, Sesama Peserta Terlibat Saling Dorong-dorongan

Sehingga, ia berharap para buruh bisa menerima dan tidak melakukan aksi anarkis apalagi sampai mengepung rumah Pj Gubernur DKI.

"Ya harapannya enggak ada lah. Ya datang ke Balai Kota ini saja lah, nanti bisa diterima yang penting tidak anarkis," imbuhnya.

Sebelumnya, pagar Gedung Balai Kota DKI Jakarta dicopot oleh puluhan massa Aliansi Aksi Sejuta Buruh yang menyampaikan aspirasi, Selasa (21/11/2023) sore.

Baca juga: UMP DKI 2024 Cuma Naik Rp 165 ribu, Buruh: Gubernurnya Tidak Berani Ambil Risiko

Pagar yang dirusak kemudian dibawa oleh massa aksi ke tengah jalan dan sebagian massa lainnya berusaha merusak pagar pintu keluar.

Saat mengoyang-goyang pagar, Kasatpol PP DKI Arifin didampingi beberapa ASN meminta massa aksi untuk tidak berusaha masuk.

Arifin dan massa aksi sempat bernegosiasi terkait permintaan buruh agar Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono segera menemui mereka.

Namun, Arifin meminta waktu kepada buruh agar perwakilan bisa masuk ke dalam untuk bertemu dengan Heru.

"Iya nanti saya minta waktu dulu," kata Arifin, Selasa. (m26)

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved