Pilpres 2024

Suhu Politik Makin Memanas, Annalisee Big Data Ciptakan Aplikasi Berbasis AI Pendeteksi Buzzer

SNA juga dapat membaca pola komunikasi yang ada di media sosial untuk membedakan masing-masing pendukung pasangan Capres

Editor: Feryanto Hadi
Ist
PT Annalisee Big Data saat memamerkan sistem pendeteksi buzzer di media sosial menggunakan Social Network Analysis (SNA) dengan perpaduan Artificial Intelligence (AI) dan Big Data 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--  PT Annalisee Big Data memamerkan sistem pendeteksi buzzer di media sosial menggunakan Social Network Analysis (SNA) dengan perpaduan Artificial Intelligence (AI) dan Big Data kepada mahasiswa dan tiga perwakilan Calon Presiden (Capres).

Executive Vice President Komunikasi Korporat PT Annalisee Big Data Dirgahayu Maha Restu membeberkan di depan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) serta Juru Bicara Nasional Tim Pemenangan Nasional Anies-Muhaimin Muhammad Iqbal, Wakil Ketua Umum Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud Bagas Adhadirga, Ketua Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Prabowo-Gibran Anggawira.

"Ini adalah SNA, di dalamnya terdapat percakapan di media sosial mengenai cuitan topik pemilu dan nama Capres yang ditangkap dan dianalisis," kata Dirga dalam acara Kick Off Ceremony Roadshow Adu Gagasan Capres di UNJ, Kamis (9/11/2023).

Untuk mempermudah membacanya, sistem akan memvisualisasikan pola percakapannya mulai dari yang melemparkan topik sampai yang merespon topik tersebut hingga menjadi perbincangan yang trending di media sosial.

Baca juga: Usai Tuding Gus Yaqut sebagai Buzzer, Kini Cak Imin Sebut Menteri Agama sedang Belajar Jadi Pemimpin

"Ada perbedaan warna yang memperlihatkan sentimen, influencer, dan topik. Itu dapat diklasifikasikan apakah topik tersebut sebuah cluster yang mendukung atau kontra dalam topik itu," jelas Dirga.

Tujuan dari sistem ini, agar mahasiswa dan masyarakat dapat lebih cermat untuk bisa membedakan buzzer atau tidak secara mudah agar tidak termakan opini oleh satu pihak dengan mudah.

"Temen-temen harus lebih cermat lagi untuk bisa membedakan, makanya kami ciptakan aplikasi ini menggunakan AI dan Big Data untuk memonetisasi data dan mengklasifikasi bagimana pola komunikasi itu tercipta," katanya.

Baca juga: Isu Prabowo Gampar dan Cekik Wamen yang Disebar Buzzer PDIP Ternyata untuk Jatuhkan Presiden Jokowi

SNA juga dapat membaca pola komunikasi yang ada di media sosial untuk membedakan masing-masing pendukung pasangan Capres melalui emosi respon yang diberikan kepada suatu topik.

"Emosi kalian juga bisa dibaca menggunakan kata-kata yang kalian tulis dengan AI dan Big Data," tambah Dirga.

Dirga juga berpesan kepada perwakilan Capres untuk dapat melihat anak muda secara positif dan memanfaatkan media social lebih luas lagi, dimana media sosial merupakan corong utama yang bisa digunakan semua orang untuk memberikan pendapatnya.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved