Langkah Konkret Pemprov DKI Jakarta Menurunkan Stunting
Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka stunting di Ibu Kota. Mulai dari pengucuran dana hingga penguatan OPD.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka stunting di Ibu Kota.
Mulai dari pengucuran dana penanganan dan pencegahan stunting, hingga penguatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memantau tumbuh kembang balita.
Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, pemerintah daerah telah meluncurkan Program Jakarta Beraksi (Bergerak Atasi Stunting) di lima kota dan satu kabupaten administrasi DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Program ini melibatkan kolaborator dan agregator yang ada di Ibu Kota untuk mengatasi dan mencegah kasus stunting.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh secara normal yang ditandai dengan pertumbuhan fisik yang terhambat pada anak-anak akibat kekurangan gizi kronis. Situasi ini biasa terjadi pada tahun pertama kehidupan.
“Berbagai intervensi dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi persoalan stunting, yakni dengan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kemitraan dan dana pertanggungjawaban sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR),” kata Heru berdasarkan keterangan yang diterima Wartakotalive.com, Jumat (27/10/2023).
Beberapa langkah konkret yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan nahkoda Heru adalah pelaksanaan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di tempat yang terindikasi stunting dan siswa SD.
Kemudian, pemberian pangan bantuan bersubsidi berupa daging ayam, daging sapi, ikan, telur ayam, beras per pak atau lima kilogram, dan susu UHT (Ultra High Temperature); piloting Pos Jakarta Beraksi Terintegrasi DAHSAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) di sebelas lokasi, hingga program Orang Tua Asuh Stunting.
Berdasar Data Kumulatif Non-Kohort Penimbangan Balita Bulan Maret-Juli 2023 yang ditarik pada 30 Agustus 2023, ada 22.823 balita yang mengalami stunting.
Sebanyak 9.459 balita tertangani masalah gizi. Lalu, sebanyak 11.155 balita yang tertangani dan lulus usia, sehingga tidak masuk lagi ke dalam status balita stunting.
Intervensi OPD
Pj Gubernur Heru menjelaskan, untuk mengakselerasi Program Jakarta Beraksi, pihaknya melibatkan berbagai OPD yang ada di Pemprov DKI Jakarta.
Mereka ditugaskan untuk mengidentifikasi sasaran serta intervensi gizi, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan, percepatan penurunan stunting dilakukan melalui penggabungan berbagai sektor yang terkait.
Mulai dari penanganan kesehatan, gizi, sanitasi, pendidikan, hingga ekonomi.
Kolaborasi beberapa sektor pemerintah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pj-Gubernur-DKI-Jakarta-Heru-Budi-Hartono-meninjau-penimbangan-balita.jpg)