Senin, 20 April 2026

President Candidates Lecture

Beda Ide Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan untuk Urai Benang Kusut Riset Indonesia

Beda cara bakal Capres Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo dalam menyelesaikan permasalahan riset di Indonesia.

Editor: Desy Selviany
warta kota/yolanda putri dewanti
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri pembukaan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APPSI Tahun 2022 di Badung, Bali.(Dok.@aniesbaswedan) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Beda cara bakal Capres Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo dalam menyelesaikan permasalahan riset di Indonesia.

Solusi kedua bakal Capres dalam mengurai benang kusut masalah riset di Indonesia diungkapkan pada acara adu gagasan Bakal Calon Presiden (Bacapres) yang digelar oleh Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) dan Warta Kota.

Adu gagasan tersebut diselenggarakan di Studio Menara Kompas, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2023).

Acara ini dihadiri oleh dua bakal calon presiden (Bacapres) yaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Para Bacapres bergantian hadir dalam sesi yang berbeda, Anies Baswedan pukul 10.00, sedangkan Ganjar Pranowo 13.00 sementara Prabowo Subianto terkonfirmasi tak hadir dalam acara tersebut.

Di acara adu gagasan itu, Anies Baswedan mengatakan bahwa harus ada kemauan politik dari pemerintah dengan komitmen fiskal untuk menaikan anggaran penelitian.

Baca juga: Ganjar Pranowo Janji Bakal Kolaborasi Industri dan Lembaga Riset

Bakal calon presiden Anies Baswedan berbicara di forum diskusi panel Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) yang bekerja sama dengan Warta Kota - Tribun Network di Studio 1 Kompas Tv, Selasa (17/10/2023).
Bakal calon presiden Anies Baswedan berbicara di forum diskusi panel Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) yang bekerja sama dengan Warta Kota - Tribun Network di Studio 1 Kompas Tv, Selasa (17/10/2023). (Tribun Network/Domu D Ambarita)

Supaya inovasi dan pilihan riset disesuaikan dengan kebutuhan organisasi penelitian.

Sehingga, sumber daya yang besar (anggaran) tidak berputar-putar disitu saja dan tak hasilkan inovasi.

"Kan kami mengkhawatirkan anggaran penelitian naik misalnya 50 persen tapi berkutat disitu saja tidak akan hasilkan inovasi juga," ungkapnya.

Selain itu, Anies Baswedan juga berjanji akan mempermudah regulasi periset dalam melakukan penelitian.

Sebab menurutnya, selama ini Indonesia termasuk negara yang sulit dalam memberikan izin penelitian baik untuk peneliti dalam negeri maupun luar negeri.

Padahal kata Anies Baswedan, Indonesia bukan hanya bisa menjadi tujuan wisata dunia tapi bisa menjadi tujuan periset dunia.

Sebab hanya di Indonesia para peneliti bisa menemukan keanekaragaman hayati baik lautan hingga vulkanologi.

Apabila Indonesia bisa mempermudah regulasi, maka hal itu akan berdampak pada peneliti dalam negeri.

Sebab mereka pastinya akan dipakai oleh peneliti asing untuk mendampingi penelitian di Indonesia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved