Krisis Jalur Gaza
AS Kirim Dua Pasukan Elit Delta Force dan SEAL ke Jalur Gaza, Pernah Bunuh Osama bin Laden
Amerika Serikat mengirim dua tim elit Delta Force dan SEAL untuk membantu Israel di Jalur Gaza. Tim ini sukses membunuh Osama bin Landen
Presiden Joe Biden telah mengirimkan kapal induk U.S.S. Gerald R. Ford dan lima kapal penjelajah dan kapal perusak berpeluru kendali ke tempat kejadian, dan mereka tiba pada hari Selasa.
“Kedatangan pasukan berkemampuan tinggi ini ke wilayah tersebut merupakan sinyal pencegahan yang kuat jika ada pihak yang memusuhi Israel, dan mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini,” kata Jenderal Michael 'Erik' Kurilla, yang mengawasi Komando Pusat AS.
Pada hari Minggu, Austin mengatakan bahwa kapal perang tersebut membawa pesawat tempur Angkatan Udara AS 'untuk meningkatkan upaya pencegahan regional', sebuah upaya untuk menghalangi Iran atau Hizbullah mengambil keuntungan dari konflik tersebut dan bergabung.
Pada hari Senin, seorang pejabat senior pertahanan mengatakan kelompok penyerang sangat mungkin melakukan 'misi spektrum penuh, mulai dari pengumpulan intelijen, dominasi maritim, hingga serangan jarak jauh, akan memastikan Amerika Serikat siap untuk menanggapi segala kemungkinan dan meminimalkan risiko.
Konflik yang tersebar lebih luas yang akan mengancam stabilitas.'
Pentagon juga sedang mempertimbangkan untuk memasok lebih banyak senjata kepada Israel, dan bekerja sama dengan kontraktor pertahanan untuk meningkatkan produksinya.
“Peningkatan postur ini dimaksudkan sebagai demonstrasi nyata dalam tindakan dan tidak hanya dalam kata-kata dukungan AS terhadap pertahanan Israel dan berfungsi sebagai sinyal pencegah bagi Iran, Hizbullah Lebanon, dan proksi lainnya di kawasan, yang mungkin mempertimbangkan untuk mengeksploitasi Israel," kata pejabat itu seperti dilandir Daily Mail.
'Musuh-musuh itu harus berpikir dua kali.'
Baca juga: Hamas Janji Eksekusi Tawanan jika Israel Melakukan Serangan ke Jalus Gaza Tanpa Peringatan
Di New York City pada hari Senin, ratusan anggota pasukan cadangan IDF berkumpul untuk naik pesawat kembali ke Israel untuk bergabung dalam pertempuran.
Negara ini telah mengerahkan lebih dari 300.000 tentara cadangan untuk melakukan apa yang disebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai 'serangan besar-besaran' terhadap kelompok teror Hamas.
Sementara itu Hamas pada Selasa (10/10/2023) mengonfirmasi bahwa dua tokoh seniornya tewas dalam serangan militer Israel di Jalur Gaza.
Kedua tokoh tersebut adalah Zakaria Muammar yang memimpin bagian ekonomi, dan Jawad Abu Shamala koordinator hubungan dengan faksi-faksi lainnya sebagai kepala departemen hubungan nasional.
Hamas menggambarkan mereka sebagai pemimpin senior dan anggota biro politik kelompok tersebut.
Dikutip Kompas.com dari kantor berita AFP, militer Israel sebelumnya mengatakan bahwa keduanya tewas dalam serangan udara semalam.
Militer Israel menyebut Muammar adalah orang kepercayaan Yahya Sinwar, pemimpin Hamas di Gaza. Adapun Shamala dikatakan memimpin sejumlah operasi yang menargetkan warga sipil dan negara Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pasukan-Elit-SEAL-Amerika-Serikat-Diterjunkan-ke-Israel.jpg)