Pilpres 2024

Gibran, Erick Thohir, Airlangga Hartarto, dan Khofifah Masuk Radar Bakal Cawapres Prabowo Subianto

Terkait bakal cawapres, Partai Demokrat akan memberikan saran jika diminta, tetapi keputusan akhir ada di tangan Prabowo Subianto.

Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra membocorkan sosok kandidat yang bakal jadi bakal cawapres untuk Prabowo Subianto di Pilpres 2024. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Partai Demokrat membocorkan sosok kandidat yang bakal jadi bakal cawapres untuk Prabowo Subianto.

Di antara sosok yang masuk dalam kandidat itu, mulai dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka hingga Menteri BUMN Erick Thohir. 

Demikian dikatakan Kepala Badan Komunikasi Strategis atau Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

"Pertama, kami mendengar, cawapres Bapak Prabowo Subianto menguat pada empat nama," kata Herzaky dalam keterangannya, Senin (9/10/2023).

Herzaky berujar bahwa empat nama yang masuk ke dalam kandidat bakal cawapres untuk Prabowo adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang diusung Partai Golkar, Menteri BUMN Erick Thohir diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Wali Kota Soal Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Baca juga: VIDEO Relawan Perisai Deklarasi Dukungan untuk Prabowo Subianto

Baca juga: SBY Temui Presiden Jokowi, Partai Demokrat Ambil Bagian dalam Reshuffle Kabinet?

Baca juga: Nama Gibran Rakabuming Raka Bakal Dibahas dalam Rapat Tertutup KIM, Ahmad Muzani: Tentu Saja

Partai Demokrat juga mendengar nama-nama tersebut akan dibicarakan oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto bersama dengan Ketum partai pengusung lainnya. 

Herzaky juga menyampaikan, Demokrat akan memberikan saran jika diminta, tetapi keputusan akhir ada di tangan Menteri Pertanahan RI tersebut.

"Kedua, kami juga mendengar Bapak Prabowo Subianto akan meminta sekaligus mendengarkan pandangan dari pimpinan tiap-tiap parpol anggota Koalisi Indonesia Maju sebelum beliau memutuskan siapa cawapres yang akan dipilih," terang Herzaky.

"Tentu saja, kami dari Partai Demokrat juga akan memberikan pertimbangan dan masukkan ketika hal tersebut diminta. Tapi tentu saja, bagi Partai Demokrat, Bapak Prabowo lah yang akan memutuskan siapa cawapresnya nanti," jelas Herzaky. 

Herzaky berharap, bakal cawpres Prabowo nanti akan membawa kemenangan bagi koalisi. 

"Ketiga, harapan kami, cawapres yang dipilih oleh Bapak Prabowo Subianto adalah orang yang tepat, dan membawa kemenangan bagi Koalisi Indonesia Maju," tutur Herzaky.

BERITA VIDEO: Relawan Perisai Deklarasi Dukungan untuk Prabowo Subianto

Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi

Di sisi lain, Prabowo diniliai sebagai sosok pemimpin yang sangat dibutuhkan oleh rakyat Indonesia.

Hal ini yang menyebabkan tingginya elektabilitas Prabowo Subianto di beberapa lembaga survei terbaru.

Dalam hasil Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode 18-20 September 2023, Prabowo Subianto unggul dalam simulasi tiga nama capres.

Prabowo Subianto mendapat elektabilitas sebesar 34 persen, kemudian disusul oleh Capres PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo dengan 30,4 persen dan Capres Koalisi Peruabahan untuk Persatuan (KPP) Anies Bawedan di posisi ketiga dengan 22 persen.

Baca juga: Prabowo Subianto Sudah Kantongi Bacawapres, PAN Masih Berharap Erick Thohir Sosok yang Dipilih

Baca juga: Disebut-sebut Sebagai Suksesor Jokowi Jadi Penyebab Prabowo Subianto Dinilai Layak Jadi Presiden RI

Baca juga: Pilpres 2024, Ahmad Muzani Sebut Prabowo Subianto Pakai Jabatan Presiden untuk Membela Orang Miskin

Kemudian dalam hasil Survei Poltracking Indonesia periode 3-9 September 2023, Prabowo Subianto juga unggul di simulasi yang sama.

Prabowo Subianto mendapat elektabilitas 38,9 persen, disusul oleh Ganjar Pranowo dengan 37 persen dan Anies Baswedan yang masih diposisi ketiga dengan 19,9 persen.

"Saat ini, rakyat mebutuhkan sosok pemimpin yang bisa berdiri di atas semua spektrum politik tanpa membedakan satu sama lain seperti Prabowo," kata Direktur Eksekutif Partner Politik Indonesia, AB Solissa dalam keterangannya, Senin (9/10/2023).

Menurut Solissa, posisi tersebut membuat Prabowo Subianto sangat kuat sebagai capres.

Peluang Prabowo Subianto dalam memenangkan Pilpres 2024 sangat terbuka lebar.

Prabowo Subianto hingga saat ini masih menjadi kandidat terkuat untuk bertarung di Pilpres 2024 mendatang.

Hasil kedua survei tersebut membuktikan arah pilihan masyarakat yang lebih condong mendukung Prabowo Subianto.

"Posisi Prabowo membuatnya semakin kuat di survei dibandingkan Ganjar dan Anies," pungkasnya.

Disebut-sebut Sebagai Suksesor Jokowi

Capres Prabowo Subianto diyakini kuat sebagai suksesor Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di masa yang akan datang.

Hal ini membuat Prabowo Subianto menjadi figur ideal untuk menjadi Presiden Indonesia pada periode berikutnya.

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul sebut Prabowo Subianto layak menjadi presiden di masa akan datang.

Banyaknya limpahan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat turut serta menguatkan Prabowo Subianto meraih kemenangan di Pilpres 2024 mendatang.

Adapun limpahan dukungan tersebut datang dari mayoritas kalangan muda.

Maka itu Adib menegaskan, di berbagai lembaga survei Prabowo Subianto menjadi kandidat capres terkuat untuk menjadi Presiden RI lantaran mendapatkan dukungan dari pemilih muda dan calon kuat suksesor Presiden Jokowi.

"Hasil survei ini menjadi indikator penting pemilih muda dengan segmentasi survei itu ya variabelnya, mengindikasikan memang yang layak menjadi suksesor Pak Jokowi ya Prabowo," kata Adib dalam keterangannya, Senin (9/10/2023).

Selain mengantongi keunggulan di segmen pemilih muda, Adib melanjutkan, situasi ini sama seperti saat Pilpres 2019 silam.

Kala itu Presiden Jokowi juga mengantongi banyak keunggulan, terutama di pemilih muda dan akar rumput.

"Ini juga sama dengan pemilih Jokowi dulu waktu Pilpres 2014 dan 2019, banyak buruh kasar, banyak yang punya pendidikan kelas menengah ke bawah, ini tak lain karena memang ya bagaimana pencitraan politik itu berhasil," tutur Adib.

Dukungan untuk Prabowo di kalangan muda memang tercermin dari hasil survei yang telah dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada periode 18-20 September 2023.

Dari hasil survei tersebut, Prabowo terbukti unggul di pemilih pada usia kurang dari 40 tahun, lalu mengantongi dukungan terbesar dari etnis Sunda, Batak, Minang, Melayu, hingga kepada kalangan masyarakat akar rumput.

Hal itu kian menegaskan Prabowo merupakan sosok pemimpin yang tepat untuk Indonesia.

Adanya sikap tegas dan ikhlas yang ditunjukkan Prabowo Subianto saat masuk ke dalam pemerintahan Presiden Jokowi, menunjukkan sikap yang patut menjadi panutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Intinya satu, Prabowo Subainto berhasil mencitrakan dirinya bahwa dia adalah sosok yang tegas, sosok yang saya kira legowo pasca dulu bertarung, tetapi masuk ke koalisinya Pak Jokowi menjadi bagian dalam pemerintahan," pungkas Adib.

Nama Gibran Rakabuming Raka Bakal Dibahas dalam Rapat Tertutup KIM

Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani akui, nama-nama yang masuk dalam radar calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto akan dibawa ke meja rapat Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Termasuk juga Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani seusai menghadiri deklarasi relawan Perisai Prabowo di Gedung Djoeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2023).

Sebagai informasi, dukungan agar putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu menjadi cawapres terus mengalir dari berbagai elemen.

Belum lama ini, datang dari DPC Gerindra Tangerang Selatan dan relawan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) usulkan Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto.

"Tentu saja supaya keputusan ini menjadi keputusan bersama termasuk nama Mas Gibran dan nama-nama lain, nanti Pak Prabowo akan diajukan di atas meja untuk dibicarakan bersama-sama," ujar Ahmad Muzani.

"Kami menganggap bahwa semua nama yang dimajukan oleh tokoh komponen bahkan partai Koalisi, adalah orang-orang yang berniat beri pengabdian terbaik kepada bangsa dan negaranya," lanjut Muzani.

Muzani juga memastikan, Prabowo Subianto telah mencatat usulan agar Gibran menjadi cawapresnya, termasuk juga masukan nama-nama lain.

"Terhadap pikiran, pandangan dan pendapat Samawi tersebut Pak Prabowo catat, hargai, dan simak dengan saksama atas aspirasi tersebut sebagaimana juga aspirasi yang berkembang dari berbagai macam komponen lainnya," imbuhnya.

Seluruh Sekjen Parpol KIM Prabowo Subianto

Para elite Sekretaris Jenderal Partai Politik (Parpol) Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan gelar rapat tertutup di Jakarta, Senin (9/10/2023).

Namun, tempat tersebut dirahasiakan karena tidak terbuka untuk umum.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani usai menghadiri deklarasi relawan Perisai Prabowo di Gedung Djoeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2023).

"Saya mau rapat dengan sekjen-sekjen untuk membicarakan format-format dasar bagi perjuangan pemenangan Pak Prabowo, hari ini rencananya," tutur Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani.

Ahmad Muzani menjelaskan, ada banyak hal yang bakal dibicarakan oleh para sekjen Koalisi Indonesia Maju tersebut.

Salah satunya, pembahasan mengenai nama tim pemenangan hingga teknis pemenangan untuk Prabowo Subianto menjadi Presiden.

"Pemenangannya bagaimana, ini hari ini mau kita bicarakan sehingga saya mudah-mudahan bisa putus. Selanjutnya akan dibawa ke majelis ketua umum untuk bicara secara lebih besar, lebih kuat lagi," tuturnya. 

Namun, Ahmad Muzani membantah pertemuan kali ini untuk membahas mengenai nama bakal cawapres Prabowo Subianto.

"Hari ini tidak membicarakan itu, Pertemuannya di Jakarta. biar kami fokus," imbuhnya.

Sebagai informasi, pendaftaran capres dan cawapres bakal dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekitar 10 hari lagi atau dimulai sejak 19 Oktober 2023.

Sementara itu, Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo Subianto menjadi bakal capres belum kunjung mengumumkan sosok bakal cawapresnya.

Koalisi ini diisi oleh PAN,Partai Gerindra, Partai Demokrat dan Partai Golkar dan parpol pengusungnya seperti Partau Garuda, Partai Gelora dan PBB.

Membela Orang Miskin

Relawan Perisai Prabowo yang terdiri dari alumni Pelajar Islam Indonesia (PP) deklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk maju sebagai Calon Presiden.

Deklarasi untuk Prabowo Subianto tersebut dilakukan di Gedung Joeang 45, Jalan Menteng Raya 31 Jakarta Pusat, Senin (9/10/2023).

Selanjutnya salah satu relawan pun membacakan 3 poin deklarasi dukungan kepada Prabowo Subianto.

Satu, akan selalu mendekat dan Teguh berjarak keutuhan dan keberagaman Negara Republik Indonesia NKRI berdasarkan undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila.

"Dua, akan ikut mendorong terciptanya ik lim politik pertama anak-anak muda kelompok Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia 2024-2029," bunyi poin kedua deklarasi. 

Ketiga, akan sepenuhnya disajikan visi dan misi Prabowo Subianto, yang membantu pada saat kesatuan berbagai berita bangsa Nusantara, sosok pemimpin yang berani yang keras terhadap ancaman luar serta menyatukan semua kekuatan. 

Sementara itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, jika Prabowo Subianto berkeinginan hadir secara langsung.

Namun, Prabowo Subianto saat ini sedang bekerja sebagai Menteri Pertahanan.

"Beliau menyampaikan permohonan maaf, dan beliau menyampaikan salam untuk kita semuanya, beliau berharap mudah-mudahan perisai Prabowo bisa berkembang luas di seluruh Indonesia," kata Muzani dalam pidatonya. 

Ahmad Muzani juga menyampaikan, Prabowo Subianto jika jadi Presiden akan membela rakyat miskin dan membela kebenaran.

"Kalau Pak Prabowo jadi presiden terus jabatan itu digunakan untuk membela orang miskin, membela keadilan, membela kebenaran, mewujudkan kesejahteraan," imbuhnya.

Survei Poltracking Indonesia

Capres Prabowo Subianto unggul signifikan secara head to head dalam survei Poltracking Indonesia periode 3-9 September 2023.

Hal tersebut dikarenakan Menteri Pertahanan (Menhan) itu didukung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Dalam survei Poltracking Indonesia, Prabowo unggul sangat signifikan jika head to head dengan dua kandidat capres lainnya, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Ketika berhadapan dengan Capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto mendapat elektabilitas sebesar 46,1 persen.

Sedangkan Ganjar Pranowo hanya mendapat dukungan sebesar 39,8 persen.

Kemudian ketika Prabowo head to head dengan Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan juga unggul bahkan melampaui 50 persen.

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mendapat dukungan sebesar 51,2 persen dan Anies Baswedan hanya mendapat 28,3 persen.

"Selain adanya endorsement presiden menjabat Pak Jokowi, Pak Prabowo juga didukung oleh Presiden RI ke-6 SBY," katanya Direktur Eksekutif Ethical Politics Hasyibulloh Mulyawan, Sabtu (7/10/2023).

Iwan mengatakan, dukungan tersebut membuat Prabowo makin dipeprcaya oleh masyarakat.

Capres Koalisi Indonesia Maju (KIM) tersebut semakin dipercaya bisa memimpin Indonesia.

Hal itulah yang membuat Prabowo selalu unggul secara signifikan jika bertarung secara head to head.

Kondisi ini membuat peluang kemenangan Prabowo makin besar di Pilpres 2024.

"Kondisi ini juga yang membuat tingginya kepercayaan publik pada Prabowo Subianto untuk bisa menjadi presiden pada tahun 2024 mendatang," pungkasnya.

Bakal Bahas Figur Bacawapres untuk Capres Prabowo Subianto

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan, para ketua umum partai politik tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM), bakal melakukan pembahasan perihal Pemilu 2024 mendatang.

Eddy Soeparno menuturkan pembahasan tersebut kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Insyaallah segera akan ada pembahasan di antara para ketua umum," jelas Eddy Soeparno kepada wartawan dikutip, pada Minggu (8/10/2023).

Sehingga, dalam pertemuan itu diharapkan membahas pendamping Menteri Pertahanan (Menhan) RI tersebut untuk bertarung di Pilpres mendatang.

Dengan begitu, KIM bis bergerak untuk sosialisasi ke lapangan bertemu masyarakat.

"Mudah-mudahan pembahasan tersebut bisa menghasilkan sebuah kemufakatan yang bulat supaya bisa kita sampaikan kepada masyarakat dan langsung bisa kita sosialisasikan pasangan calon presiden dan wapres dari koalisi Indonesia Maju," ucap pimpinan Komisi VII DPR RI itu.

Namun, Eddy enggan menjelaskan secara detail soal waktu akan dilakukannya pembahasan tersebut.

Dirinya hanya memastikan, hal tersebut akan terjadi tidak lama lagi.

Samawi Dukung Duet dengan Prabowo-Gibran

Relawan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) deklarasikan dukungan duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Ketua Umum Samawi, Gus Muhammad Nahdy menyampaikan, jika pihaknya mengusulkan pendamping Prabowo Subianto adalah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Menanggapi hal itu Prabowo Subianto mengatakan, jika keputusan soal Bacawapres tentu akan menentukan sosok pendampingnya bersama parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

"Saya mengerti, di daerah pun saya mendengar harapan-harapan seperti itu. Tapi saya ingin sampaikan, bahwa saya bagian dari koalisi Indonesia maju, yang terdiri dari beberapa partai besar, Golkar, PAN, Demokrat, Gerindra."

"Didukung juga oleh Gelora, PBB, Garuda,"kata Prabowo di kediaman Kartanegara 4, Jakarta Selatan, pada Sabtu (7/10/2023) malam.

"Dan karena itu kita punya kesepakatan adalah para Ketum akan musyawarah mufakat untuk bersama-sama memutuskan siapa wakil presiden, jadi itu penting saya terima masukan dari saudara-saudara dan akan saya bawa ke forum koalisi Indonesia maju," lanjutnya. 

Sebagai informasi, Prabowo Subianto didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Amanat Nasional, Partai Golongan Karya, Partai Bulan Bintang, Partai Demokrat dan Partai Garda Republik Indonesia.

Sebelumnya, Bacapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto kedatangan Samawi di kediamannya Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10/2023) malam.

Diketahui, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Solidaritas Ulama Muda Jokowi alias Samawi yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/10/2023) siang.

Ketua Umum Samawi, Gus Muhammad Nahdy mengatakan, bahwa Samawi dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang.

"Bismillahirrahmanirrahim kami sampaikan atas ijtihad kami, Pak Prabowo lah sosok itu" katanya Gus Nahdy di hadapan Prabowo Subianto.

"Tadi hingga larut malam para Kyai, para Gus, Ajengan, Tuan Guru, sudah bulat dalam mufakat bahwa Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang tegas,"

"Tetapi juga memiliki rasa cinta yang besar kepada rakyatnya, pemimpin yang berpengalaman mengelola geopolitik, mengantisipasi berbagai perkembangan dunia, namun juga punya ikatan kuat dengan batin masyarakat di akar rumput,"lanjutnya.

Kemudian, Gus Nahdy menyampaikan, jika pihaknya inginkan pendamping Prabowo adalah Gibran Rakabuming Raka.

"Kami berharap Pak Prabowo menggandeng Mas Gibran rakabumi raka sebagai bakal calon wakil presidennya Pak Prabowo jika nanti Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan atas batas minimal usia capres dan cawapres," ucap Gus Nahdy.

Menanggapi hal itu, Prabowo Subianto pun menerima atas dukungan dari relawan pendukung Presiden Jokowi tersebut.

Prabowo Subianto mengatakan, jika dirinya tidak menduga jika Samawi akan mendukung dirinya.

"Ini sungguh suatu kehormatan yang sangat besar, suatu kepercayaan yang sangat besar itu yang saya sampaikan, dan juga suatu penugasan yang saya terima dari saudara-saudara sekalian," kata Prabowo.

Lantas Prabowo pun menambahkan, Ketum Gerindra itu juga tidak akan mengecewakan pihak Samawi yang sudah mendukungnya.

"Bahwa saya kuat untuk menjalankan harapan saudara-saudara sekalian, dan saya juga berdoa saya tidak akan mengecewakan saudara-saudara sekalian dan seluruh rakyat Indonesia yang akan datang," imbuhnya.

Simulasi Head To Head Capres 2024

Elektabilitas Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto terbukti unggul telak.

Baik itu dari Capres PDIP Ganjar Pranowo dan Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan.

Dari tiga lembaga survei kredibel, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Poltracking Indonesia, Prabowo Subianto unggul telak dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, saat simulasi head to head.

Terbaru, dalam hasil survei yang telah dirilis Poltracking pada periode 3-9 September 2023, Prabowo Subianto masih terlalu perkasa bagi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Prabowo Subianto unggul jauh di atas dua kandidat capres lainnya.

"Prabowo Subianto unggul dengan elektabilitas 46.1 persen, sedangkan Ganjar Pranowo 39.8 persen,” kata Direktur Riset Poltracking Indonesia, Arya Budi dalam paparan rilis survei nasional bertajuk Kekuatan Politik Elektoral Menuju Pendaftaran Capres - Cawapres 2024 melalui daring, Sabtu (7/10/2023).

Sedangkan simulasi head to-head Anies Baswedan dengan Prabowo Subianto, Prabowo Subianto unggul dengan angka elektabilitas 51.2 persen.

Sedangkan Anies Baswedan 28.3 persen.

“Jika dua putaran terjadi dengan asumsi cawapres berlaku konstan. Prabowo unggul 51,2 persen, itu kalau threshold pemilu 50 persen, itu sudah mayoritas, kemudian Anies 28,3 persen" ungkap Arya.

Secara lebih lengkap, berikut hasil survei yang dikeluarkan LSI Denny JA, LSI dan Poltracking Indonesia yang menyatakan elektabilitas Prabowo Subianto tertinggi dalam skema head to head dan berpeluang menang di Pilpres 2024 mendatang. 

1. Lembaga Survei Indonesia

Periode survei 18 – 20 September 2023, total responden 1206

Prabowo Subianto vs Ganjar Pranowo

Prabowo Subianto 45,7 persen 

Ganjar Pranowo 34,4 persen

Prabowo Subianto vs Anies Baswedan

Prabowo Subianto 50,2 persen

Anies Baswedan 26,0 persen

2. LSI Denny JA 

Periode survei 4 – 12 September 2023, total responden 1200

Prabowo Subianto vs Ganjar Pranowo

Prabowo Subianto 52,3 persen

Ganjar Pranowo 44,2 persen

3. Poltracking Indonesia 

Periode survei 3 – 9 September 2023, total responden 1220

Prabowo Subianto vs Ganjar Pranowo

- Prabowo Subianto 46,1 persen

- Ganjar Pranowo 39,8 persen

Prabowo Subianto vs Anies Baswedan

Prabowo Subianto 51,2 persen 

Anies Baswedan 28,3 persen

Elektabilitas Capres Prabowo Subianto Dinilai Tak Kunjung Goyah

Menjelang pendaftaran Pilpres 2024, elektabilitas Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto makin kuat.

Hal ini membuat Prabowo Subianto semakin digdaya dan sulit untuk dikalahkan di pertarungan demokrasi tahun depan.

Tingginya elektabilitas Prabowo Subianto itu termaktub dalam survei Poltracking Indonesia terbaru periode 3-9 September 2023.

Dalam survei ini, Prabowo Subianto unggul jauh dari Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan.

Menurut Peneliti Senior Poltracking Indonesia, Arya Budi tingginya elektabilitas Prabowo Subianto karena kenaikannya cenderung konsisten.

"Tren terbaru elektabilitas menunjukkan baik Prabowo Subianto cenderung mempunyai kenaikan tren elektabilitas"

"Meskipun kenaikan Prabowo Subianto cenderung konsisten, sementara Ganjar Pranowo lebih fluktuatif," kata Arya dalam acara merilis survei nasional Poltracking Indonesia bertajuk Kekuatan Politik Elektoral Menuju Pendaftaran Capres - Cawapres 2024 yang digelar daring, pada Sabtu (7/10/2023). 

Kedigdayaan Prabowo Subianto semakin terlihat kala simulasi survei diperkecil dengan pertemuan kedua kandidat.

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mendapat 51,2 persen jika head to head dengan Anies Baswedan.

Kemudian Mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya mendapat 28,3 persen.

"Pada simulasi head-to-head Anies Baswedan, Prabowo Subianto unggul dengan angka elektabilitas 51,2 persen, sedangkan Anies Baswedan 28,3 persen," papar Arya.

Kemudian ketika hadapi Capres Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto juga unggul jauh signifikan.

Menteri Pertahanan (Menhan) itu mendapatkan 46,1 persen dukungan sedangkan Ganjar Pranowo mendapat 39,8 persen.

Kata Arya, unggulnya Prabowo Subianto dari Ganjar Pranowo karena banyak pemilih Anies Baswedan bermigrasi saat gagal di putaran pertama.

Hal tersebut dikarenakan sebagian pemilih Anies Baswedan merupakan pendukung Prabowo di Pilpres 2019, sehingga sangat mudah berpaling.

"Banyak pemilih Anies yang mendukung Prabowo di Pilpres 2024 meskipun ke Ganjar juga ada tapi sedikit" jelas dia.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved