Pilpres 2024

Puan Maharani Ajak PSI Gabung Dukung Ganjar, Kaesang Pangarep: Boleh, Asal Win Win, Bukan Win Lose

Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengajak Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bergabung di koalisi mendukung Ganjar Pranowo.

Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Yulianto
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengajak Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep segera gabung di koalisi yang mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Entah basa basi atau bukan, Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengajak Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, gabung di koalisi yang mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Sebab, Puan tahu kini PSI tak bisa dianggap enteng, mengingat sekarang dipimpin putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, PSI mendukung penuh Ganjar Pranowo untuk memenangi Pilpres 2024.

Baca juga: Ganjar Pranowo Ungkap Jurus Jitu Enggak Gampang Baper di Politik

Bahkan, PSI adalah parpol pertama yang mendeklarasikan dukungan pada Ganjar, jauh sebelum PDIP.

Namun, setelah PDIP resmi dukung Ganjar pada 21 April 2023, semua berubah.

Karena tak kuat dengan sikap elit PDIP yang sombong, PSI pun menarik diri, dan mendekat pada Prabowo Subianto.

Namun, PSI belum resmi deklarasi dukungan pada Prabowo.

PSI baru sebatas mengikuti petuah Jokowi. Elit PSI menyebutnya dengan tegak lurus mengikuti Jokowi.

Baca juga: Kaesang Pangarep: Cak Imin Gak Perlu Takut dengan PSI, Bekingan Saya Cuma Erina Gudono

Melihat peluang dukungan, Puan pun coba berbaik hati pada Kaesang.

"Ayo Mas Kaesang ikut PDIP saja yuk (dukung Ganjar)," kata Puan saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (26/9/2023).

Puan mengatakan PDIP merupakan partai yang selalu terbuka dengan semua partai politik (parpol) yang ingin bergabung.

"Kan saya selalu mengatakan bahwa PDIP selalu terbuka. Kami akan selalu bersilaturahmi," ujarnya.

Namun, Ketua DPR RI ini menerangkan semua partai memiliki strategi masing-masing untuk memenangkan capres yang didukung.

Kaesang Pangarep pimpin rapat rapat perdana di DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (26/9/2023).
Kaesang Pangarep pimpin rapat rapat perdana di DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (26/9/2023). (WartaKota/Yolanda Putri Dewanti)

"Memang sebuah partai itu mempunyai strateginya masing-masing dalam apa namanya, merangkul kemudian memenangkan capresnya," ucap Puan.

Terkait Kaesang yang baru saja didapuk menjadi Ketua Umum PSI, Puan memberikan ucapan selamat.

"Yang bisa saya sampaikan selamat untuk Mas Kaesang, sudah menjadi Ketua Umum PSI," ungkapnya.

Dia berharap putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu bisa mengemban amanah tersebut.

"Semoga amanah dan bisa bekerja dengan baik sebagai ketua umum. Selamat ya Mas Kaesang," tutur Puan.

Sementara itu, Kaesang menyatakan partainya terbuka mengenai ajakan Puan Maharani agar mendukung Ganjar Pranowo menjadi bakal calon presiden (bacapres) di Pilpres 2024.

"Kita PSI itu terbuka dengan semua," kata Kaesang saat ditemui di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (26/9/2023).

Putra bungsu Presiden Jokowi itu menyatakan bahwasanya PSI siap berkolaborasi dengan siapapun.

Akan tetapi, syaratnya kolaborasi itu harus saling win-win solution.

"Siapapun kita bekerja sama akan siap berkolaborasi asal saling win-win, tidak ada win lose atau lose win dan kita bisa bersinergi bersama. Intinya itu aja," katanya.

Sebelumnya, Ketua Relawan Prabowo Mania 08, Immanuel Ebenezer meyakini PSI akan ikut mendukung Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2024.

Dia yakin PSI mendukung Menteri Pertahanan (Menhan) RI itu meski belum melakukan deklarasi.

"Kalau PSI kan sudah pasti ke Pak Prabowo," ucap pria yang karib disapa Noel.

Noel menjelaskan bahwa dukungan tersebut sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyampaikan ke kader baru PSI, Kaesang Pangarep, mengenai demokrasi yang dimulai dari organisasi paling kecil terlebih dahulu.

"Jangan bicara demokrasi, tapi dari organisasi yang kecil rumah tangga tidak bisa demokratik," ucap Noel.

Immanuel menjelaskan bahwa perjuangan PSI sudah sejalan dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM)

Dia menyinggung bahwa Partai Gerindra memiliki kebebasan terhadap seluruh aspirasi kadernya.

Pengamat politik Hendri Satrio menilai bergabungnya Kaesang dengan PSI merupakan langkah pintar Jokowi di kancah politik nasional.

Jokowi disebut menanam pengaruhnya di berbagai partai.

"Gabungnya Kaesang di PSI jangan saja dihitung Kaesangnya, tapi juga hitung Jokowi. Apalagi, Kaesang jadi Ketum (Ketua Umum), maka sangat besar peluang PSI menembus Senayan," ucap Hendri, Selasa (26/9/2023).

"Ini adalah bentuk kejeniusan langkah politik Jokowi, tidak ada yang sangka Jokowi akan menanamkan pengaruh di banyak partai politik dan menguasainya," jelasnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan, bergabungnya Kaesang Pangarep ke PSI tidak bisa hanya dibaca dari sosok Kaesang yang memulai karier politik saja.

Tapi juga tentang langkah politik Jokowi di akhir masa jabatannya.

"Kaesang jadi Ketum PSI, gantikan Giring Ganesha ya itu skema yang sudah didesain dan direncanakan," ujarnya.

"Saya sudah prediksi seperti itu, itu kan keinginan Jokowi kita tahu kan PSI partainya Jokowi," imbuhnya.

"Manut tegak lurus sama Jokowi, jadi kalau Kaesang ketumnya tidak aneh, karena memang partainya Jokowi," lanjut Ujang.

Bergabungnya Kaesang ke PSI juga menimbulkan pertanyaan tentang hubungan Jokowi dengan Megawati Soekarnoputri hingga PDIP.

"Jokowi sedang bermain api dengan Megawati Soekarnoputri (Ketum PDIP), juga sedang bermain-main dengan PDIP ya apapun itu jadi keputusannya Jokowi," ucapnya.

Ujang menyinggung soal peraturan internal PDIP bahwa seluruh anggota keluarga inti kader partai, terlebih bagi para kader yang menduduki jabatan publik, tidak boleh aktif di partai lain.

Namun, dirinya mempertanyakan PDIP yang menilai Kaesang sudah bukan lagi keluarga inti Jokowi, setelah menikah.

"Tapi ada aturan di internal PDIP bahwa satu keluarga satu partai artinya sejatinya kalau kita konsisten dengan peraturan PDIP mestinya dipecat," ucapnya.

Menurut Ujang, apalagi jika melihat kasus yang terjadi kepada Gubernur Maluku Irjen Polisi (Purn) Murad Ismail.

Murad merupakan Ketua DPD PDIP Maluku dan istrinya menjadi calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Murad langsung dicopot dari posisinya sebagai Ketua PDIP Maluku dan sekaligus dipecat dari PDIP.

"Pengalaman Gubernur Maluku yang istrinya ke partai lain dipecat, lagi-lagi PDIP mengatakan bahwa beda Kartu Keluarga (KK) Kaesang dan Jokowi sehingga boleh. Tapi apapun itu mereka kan keluarga inti," tandasnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved