Konflik Rempang
Bela Warga Rempang, Pria Pengangguran Ini Ajak Serang Polisi dengan Molotov dan Air Keras
Seorang pemuda pengangguran ditangkap Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dia melakukan provokasi untuk menyerang polisi menggunakan molotov
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Rusna Djanur Buana
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap seorang pria pengangguran yang menjadi provokator di media sosial.
Pria itu membangun narasi provokatif dan mengajak demonstran menyerang polisi bertugas saat mengamankan Aksi Bela Rempang di Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat.
Pria itu berinisial YSR (23) yang ditangkap di kediamannya di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/9/2023).
Penangkapan berawal dari Tim Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan patroli siber.
Kemudian menemukan unggahan video YSR di media sosial.
YSR menyebarnya di aplikasi percakapan, WhatsApp.
Dalam video berisi narasi ajakan provokasi itu, YSR mengajak peserta demo untuk menyerang polisi dengan bensin hingga air keras.
Provokasi warga
"Untuk, buat, aksi, demo Hari: Rabu, Tanggal: 20 September 2023, tolong bawa bensin dan air keras, yang sudah kemas di botol beling, dan bawa obor api, dan terus di lempar kan, kita lempar kan, ke aparat, ke polisi, sampai kena ke aparat nya langsung, sampai kena ke polisi nya langsung.
Aksi, demo, bela Rempang dan galang di Patung Kuda depan seberang Monas depan Monas, hari: Rabu, Tanggal: 20 September 2023, itu, harus dan wajib ikut demo, harus dan wajib datang ke tempat demo, ya. Titik. Terimakasih"," demikian narasi ajakan provokasi itu, yang diterima Wartakotalive.com, Kamis.
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, pelaku menyebar video dengan narasi ajakan untuk menyerang polisi itu pada Selasa (19/9/2023) malam, sebelum demo digelar.
Massa Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar demo di Patung Kuda, Rabu (20/9/2023) siang.
"Postingan dilakukan YSR pada Selasa malam hari, sebelum pelaksanaan aksi unjuk rasa keesokan harinya, Rabu di Patung Kuda," kata Ade Safri, saat dihubungi, Kamis (21/9/2023).
Ia memastikan bahwa YSR bukanlah bagian dari massa tersebut.
"Bukan dari kelompok tersebut. Untuk motif masih kami dalami," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Persaudaraan-Alumni-212-unjuk-rasa-bela-Rempang-di-Patung-Kuda-Jakarta.jpg)