Rusuh Pulau Rempang Batam

Mahfud MD Soal Rusuh Rempang: Dapat Rumah dan Uang Rp 120 Juta Kok Masih Ribut, Ada Provokator

Mahfud MD menegaskan pemerintah telah memenuhi permintaan warga rempang termasuk membangun rumah dan uang Rp 120 juta. Kok masih ribut, ada provokator

Editor: Rusna Djanur Buana
Tribunbatam / Aminudin
Herman menggendong bayinya yang pingsan di tengah bentrokan warga Rempang dan aparat gabungan di Jembatan 4 Barelang, Batam, Kamis (7/9/2023). Bayinya pingsan karena gas air mata masuk ke dalam rumahnya lewah jendela yang terbuka. 

Bahwa ada yang keberatan, tidak setuju atau apa ada yang memprovokasi atau apa iya," ungkapnya.

"Oleh sebab itu saya berharap pada aparat penegak hukum, aparat keamanan supaya berhati-hati menangani ini supaya diberitahu bahwa sudah ada kesepakatan antara pemerintah daerah, pengembang, masyarakat sudah ada tanggal 6 September.

Lalu demonya meledak tanggal 7 sehingga ada 8 orang yang sekarang diamankan karena diduga memprovokasi dan diduga tidak punya kepentingan," paparnya.

Baca juga: Mahfud MD Ceritakan Pertemuannya dengan Ganjar Saat Ngopi Bareng

Sebelumnya, bentrokan terjadi antara warga Pulau Rempang, Batam, dengan tim gabungan aparat penegak hukum pada Kamis (7/9/2023).

Bentrokan ini terjadi karena warga menolak pengembangan kawasan ekonomi Rempang Eco City di lokasi tersebut. Petugas gabungan mendatangi lokasi pukul 10.00 WIB, sedangkan ratusan warga memblokir jalan mulai dari Jembatan 4.

Warga menolak masuknya tim gabungan yang hendak mengukur lahan dan memasang patok di Pulau Rempang. Pemblokiran kemudian dilakukan dengan membakar sejumlah ban dan merobohkan pohon di akses jalan masuk menuju Rempang.

Mahfud MD menduga ada provokator dalam rusuh di Pulau Rempang Batam
Mahfud MD menduga ada provokator dalam rusuh di Pulau Rempang Batam (kolase WARTA KOTA)

Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau rencananya akan direlokasi oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Relokasi sendiri dilakukan untuk mendukung rencana pengembangan investasi di Pulau Rempang.

Pulau Rempang rencananya akan dibangun kawasan industri, jasa, dan pariwisata dengan nama Rempang Eco City.

Namun, dengan adanya pembangunan tersebut, menculnya banyak polemik hingga kerusuhan dilokasi itu.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengaku ikut membahas terkait polemik tersebut.

"Ya saya ikut membahas di awal dan saat dilaporkan tentunya keadaan sosialisasi sudah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.

Dan saya diminta untuk menyiapkan pariwisata-pariwisata yang berbasis pariwisata hijau Green Tourism, bisa menciptakan lapangan kerja" kata Sandiaga Uno saat ditemui di Kawasan Jakarta Selatan, Minggu (10/9/2023).

Kemudian, Sandiaga Uno pun menyatakan turut prihatin atas kejadian polemik tersebut.

"Tentunya saat melihat banyak video-video yang beredar tentu kita prihatin, kita saling mengingatkan kepada seluruh aparat pemerintahan untuk berlaku secara penuh rasa kasih sayang masyarakat kita sendiri," ujar Sandiaga Uno.

Baca juga: Sandiaga Uno Mengaku Tidak Paham dengan Gagasan Cak Imin yang Berjanji Menggratiskan BBM: Tidak Fair

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved