Selasa, 21 April 2026

Gaya Hidup

Pakar Etikat Beri Saran 8 Momen yang Tidak Tepat untuk Minta Maaf

Ahli bahasa sering mencatat bahwa perempuan lebih cenderung menggunakan kalimat 'Saya minta maaf' bahkan ketika mereka tidak bersalah.

Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Rusna Djanur Buana
Pexels
Etika meminta maaf, tidak semua hal harus meminta maaf hanya kerana tidak enak hati 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kerap agar terkesan lebih sopan, kita mengucapkan kata maaf. Padahal ada beberapa situasi yang tidak perlu minta maaf.

Kecuali minta maaf ketika ada situasi mengharuskannya, misalnya saat Anda melakukan sesuatu yang menghina atau merugikan atau ketika orang lalai minta maaf padahal seharusnya mereka bertanggung jawab atas perbuatannya.

Sedangkan sebagian orang lain terus menerus minta maaf karena kesalahan kecil atau tidak melakukan pelanggaran sama sekali.

Jika Anda mendapati diri selalu minta maaf, maka dapat memengaruhi hubungan di rumah, di tempat kerja, dan di luarnya.

"Tentu saja, ketika kita telah menyakiti atau melukai seseorang, sangatlah tepat untuk meminta maaf," kata Jodi RR Smith, pendiri Mannersmith Etiquette Consulting.

Kesulitan muncul ketika 'Saya minta maaf' menjadi pernyataan kegagalan," katanya lagi.

Dia menambahkan, para ahli bahasa sering mencatat bahwa perempuan lebih cenderung menggunakan kalimat 'Saya minta maaf' bahkan ketika mereka tidak bersalah sama sekali.

Menurut dia, hal itu  menunjukkan kecenderungan minta maaf lebih berkaitan dengan siapa diri kita daripada apa yang kita lakukan.

Mengganti permintaan maaf dengan frasa yang lebih sesuai dengan situasi dapat membantu Anda memahami inti permasalahan, tanpa merasa menjadi penjahat.

Berikut 8 waktu  atau momen yang tidak tepat untuk minta maaf atas saran pakar etiket :

1. Saat mengutarakan pikiran

Dibandingkan dengan budaya lain, orang Amerika terlibat dalam obrolan ringan dengan tujuan utama menemukan kesamaan.

Namun kita sudah terbiasa membahas topik-topik kontroversial bukan berarti Anda harus takut mengutarakan pendapat atau minta maaf saat melakukannya.

"Banyak orang akan meminta maaf karena berbeda pendapat. Anda berhak atas pendapat Anda sendiri, Anda tidak perlu meminta maaf untuk itu," kata Jules Hirst, pendiri Etiquette Consulting.

Daripada minta maaf, Anda bisa mengatakan, Anda mempunyai sudut pandang yang menarik. Inilah yang saya pikirkan.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved