Pemprov DKI Mendampingi, UMKM Jakarta Tumbuh
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengimbau seluruh jajaran Pemprov DKI agar dapat mendorong UMKM binaan Pemprov DKI untuk naik kelas.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Lucky Oktaviano
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaannya untuk terus berkembang.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengimbau seluruh jajaran Pemprov DKI agar dapat mendorong UMKM binaan Pemprov DKI untuk naik kelas, bertumbuh omzetnya, dan jangkauan pasarnya semakin luas.
“Jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di DKI harus mendukung pengentasan Jakpreneur. Dinas UMKM sendiri memiliki anggaran untuk pembinaan UMKM setiap tahun. Selain itu, juga bersinergi dengan sponsor, karena saya ingin menunjukkan bahwa tanpa biaya APBD, pembinaan terhadap UMKM bisa berjalan,” kata Heru.
Baca juga: Heru Budi Ingatkan Abang-None Representasi Generasi Unggul untuk Jakarta Lebih Baik
Salah satu program yang diimplementasikan adalah pendampingan sertifikasi halal. UMKM yang tergabung dalam program pendampingan sertifikasi halal dari Pemprov DKI serta Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengucapkan syukur lantaran omzetnya terus tumbuh.
Seperti Budi Mulyaningsih, 46 tahun, yang memproduksi semprong. Dirinya bersyukur selalu mendapat bimbingan serta bantuan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi DKI Jakarta.
“Saya merasa sangat terbantu, karena semua urusan izin usaha bisa didapatkan gratis, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, hingga Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT),” katanya saat ditemui dalam Pameran Produk Halal IKM (Industri Kecil dan Menengah) di Balai Kota.
Terkait sertifikasi halal, Mulyaningsih mengaku, untuk memperolehnya sangat mudah. Awalnya, ada undangan dari Pemprov DKI untuk mengikuti penyuluhan melalui Zoom, kemudian dirinya mengisi formulir secara online.
Baca juga: Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Tanam Jutaan Tanaman dan Ratusan Ribu Pohon
“Saat mengisi formulir dan selama prosesnya itu, saya dibantu sama petugas di kecamatan. Alhamdulillah, produk saya sekarang sudah halal,” ujarnya.
Sebelumnya, usahanya sempat hancur karena pandemi Covid-19. Bahkan, ia harus menjual dua sepeda motor untuk bisa bertahan hidup.
Tak pantang menyerah, ia bangkit mengikuti program pendampingan Pemprov DKI. Hasilnya, kini usahanya terus tumbuh.
Wary (38) yang memiliki usaha kerak telur pun merasakan omzetnya terus tumbuh.
Ia menyatakan, sertifikat halal membuatnya semakin banyak mendapat tawaran mengikuti pameran dari instansi-instansi.
Omzetnya perlahan naik pula, terutama setelah mendapat sertifikat halal sejak Desember 2022 lalu.
“Sebelumnya, pendapatan Wary di bawah Rp 1 juta atau kisaran Rp 700.000-800.000 per hari. Alhamdulillah, setelah ada sertifikasi halal ini, bisa tembus sejuta, bahkan di atasnya. Apalagi sekarang ini sering ikut pameran, misalnya pada bulan ini ada lima hari pameran di Sampoerna Strategic dan empat hari di Balai Kota,” paparnya.
Wary mengatakan, sertifikat halal dapat menghapus keraguan masyarakat, terutama umat muslim. Dengan sertifikat halal dan logo di produknya, maka keyakinan masyarakat akan semakin kuat bahwa produknya halal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pj-Gubernur-DKI-Jakarta-Heru-Budi-Hartono-hadiri-bazar-UMKM.jpg)