Berita Jakarta
Miris, Vatikan Beri Beasiswa pada Deni Iskandar, Iyot Warga Miskin Jakarta tak Dibantu Pemprov DKI
Iyot, pedagang kopi di Pasar Tanah, yang anaknya Deni Iskandar mendapat beasiswa dari Vatikan, justru tak pernah dibantu Pemprov DKI.
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dengan suara bergetar, Iyot (63) menceritakan bagaimana kepahitan hidup yang dirasakannya selama ini.
Selama hidup, Iyot hanya bisa membeli baju baru satu kali, di saat menjelang lebaran. Di luar dari itu, dia hanya memakai baju seadanya.
Bahkan tak jarang, ia memakai baju pemberian orang-orang yang berbelas kasihan kepadanya.
Selain itu, Iyot juga mengaku kerap terlilit utang lantaran dia selalu tak memiliki uang untuk modal usaha atau untuk kehidupannya sehari-hari.
Pasalnya, Iyot sudah lama bercerai dengan suaminya. Sehingga, seluruh kebutuhan hidupnya dan kedua anaknya, harus dipikulnya sendiri.
Kendati kondisinya sangat miskin, kata Iyot, dirinya tak pernah mendapat sepeser pun bantuan dari pemerintah.
Baca juga: Deni Anak Pedagang Kopi di Pasar Tanah Abang Belajar Agama di Vatikan, Iyot: Ingat Kita ini Islam
Bahkan, saat putranya sukses mendapat beasiswa dari Yayasan Nostra Aetate, Vatikan, Iyot juga tak pernah merasakan hal tersebut.
"Emak mah enggak punya duit, enggak punya uang. Orang kami mah orang susah, cuman dagang juga ya cuma buat makan doang," kata Iyot saat ditemui Warta Kota, di Pasar Kambing, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2023).
"Keluarga ibu tiga, miskin semua padahal mah. Teteh ibu, ibu, kakak aki-aki, enggak pernah dapat apa-apa (bantuan)," imbuhnya.
Bahkan, kini Iyot tengah kelimpungan lantaran tak punya modal sepeser pun untuk membuka warung kopinya lagi, di Pasar Kambing.
Baca juga: Deni Iskandar Belajar Agama ke Vatikan, Iyot: Bikin Bangga Orangtua, Saya kan Orang Miskin dan Bodoh
Pasalnya, Iyot sudah meninggalkan lapak kopi berukuran 2x1 meter itu sejak lima bulan lalu.
"Belum buka, belum punya modal, modalnya juga utang dulu," kata Iyot.
"Sehari dapat paling Rp 50.000, Rp 100.000," lanjutnya.
"Enggak pernah dapat apa-apa ibu mah, di kampung juga kali dapat lansia, dapat apa gitu, enggak pernah dapat. Di sini juga enggak pernah dapat, apalagi di kampung (Pandegelang, Banten)," imbuhnya.
Dia berujar, satu-satunya bantuan yang pernah diterimanya itu adalah saat Covid-19.

Pramono Diminta Revisi Pergub KJMU untuk Jangkau Mahasiswa dari Kampus Akreditasi B dan C |
![]() |
---|
Kebutuhan Mendesak, Golkar DKI Jakarta Dukung Pembangunan RS Royal Batavia Cakung |
![]() |
---|
Meninggal Dilindas Rantis Brimob, Cerita Affan Kurniawan Tinggal di Balik Megahnya Gedung Jakarta |
![]() |
---|
BPJS Ketenagakerjaan Mampang Tekankan Pentingnya Perlindungan Jaminan Sosial bagi Siswa Magang |
![]() |
---|
Affan Kurniawan Tulang Punggung Keluarga, Pramono Janji Berikan KJP untuk Adik Almarhum |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.