Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta: Kali Pesanggrahan Dipercaya Punya Istana Jin yang Kalah dengan Pemukiman Liar

Kali Pesanggrahan menjadi satu dari 13 sungai penting di Jakarta. Tak ayal Kali Pesanggrahan banyak menyimpan sejarah Jakarta.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Warta Kota/Bintang Pradewo
Kondisi Kali Pesanggarahan, yang kumuh. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kali Pesanggrahan menjadi satu dari 13 sungai penting di Jakarta. Tak ayal Kali Pesanggrahan banyak menyimpan sejarah Jakarta.

Kali Pesanggrahan sendiri merupakan sungai yang mengalir dari Kabupaten Bogor, melintasi Kota Depok, Jakarta Selatan, hingga akhirnya ke Tangerang, Banten.

Sungai ini berhulu di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, dan melewati Kecamatan Bojonggede, Kecamatan Sawangan, Kecamatan Limo, Kecamatan Kebayoran Lama, Kecamatan Pesanggrahan, Kecamatan Kembangan, Kecamatan Kebon Jeruk, hingga akhirnya ke Cengkareng.

Kali Pesanggrahan memiliki luas Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) di bagian hulu 67.515 km2 dan panjang sungai 66,7 km2.

Sejarah Kali Pesanggrahan tidak bisa dilepaskan dari terbentuknya kota Jakarta di masa lalu yang berada di antara Cirebon dan Banten.

Menurut legenda, Kali Pesanggrahan dianggap angker karena setiap tahun memakan korban tumbal manusia.

Konon, di dasar kali itu ada istana jin yang dahulu membantu Prabu Kian Santang menyebarkan agama Islam. Prabu Kian Santang adalah putra Prabu Siliwangi dan raja dari Pasundan yang pertama memeluk Islam.

Istana tersebut sering muncul pada malam tertentu setiap terjadi musibah. Juga ada siluman buaya buntung yang akan terlihat jika akan terjadi musibah.

Baca juga: Sejarah Jakarta: Glodok Saksi Bisu Orang Tionghoa Bangkit Berulang Kali Usai Jatuh

Kali Pesanggrahan pernah digunakan sebagai sarana transportasi ke Bandar Sunda Kelapa menuju Banten.

Di zaman penjajahan Hindia Belanda, Kali Pesanggrahan masih dapat dilayari hingga jauh ke pedalaman oleh VOC.

Tidak kurang dari 25 buah penggilingan dibangun pada kebun-kebun tebu partikelir di sepanjang tepian sungai.

Sehingga ketika itu sungai ini sangat penting sebagai jalur pengangkutan gula dari kebun ke kota Batavia.

Kali Pesanggrahan aktif sebagai sarana transportasi pada tahun 1720. Namun fungsi penting sungai ini perlahan-lahan meredup bersama dengan berubahnya zaman.

Dipercaya, zaman Belanda pinggiran Kali Pesanggrahan menjadi markas Gedung Ijo. Saat itu Belanda melakukan pembantaian terhadap orang Banten di Kali Pesanggrahan.

Di awal kemerdekaan tepatnya tahun 1970, Departemen Pekerjaan Umum membangun saluran sodetan sepanjang 1,5 kilometer untuk ”membuang” air dari Kali Grogol ke Kali Pesanggrahan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved