Sabtu, 25 April 2026

Kesehatan

Kotoran Buaya Alat Kontrasepsi Efektif bagi Orang Mesir Kuno, Begini Cara Pakainya

Orang Mesir kuno cara unik menjaga jumlah populasi. Mereka menggunakan kotoran buaya sebagai alat kontrasepsi dan ternyata efektif.

|
Editor: Rusna Djanur Buana
Istimewa/Wikomedia commons
Ilustrasi orang mesir kuno melakukan hubungan suami istri dan menggunakan kotoran kuda untuk mencegah kehamilan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Orang Mesir kuno punya kebiasaan unik sekaligus efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Mereka menggunakan kotoran buaya untuk menghindari terjadinya kehamilan setelah melakukan hubungan badan.

Praktik kontrasepsi dengan menggunakan kotoran buaya ini dilakukan pada 4.000 tahun lalu.

Memang terkesan geli dan jorok jika dilihat dengan persepsi kehidupan saat ini. Tapi cara itu ternyata dan dianggap efektif.

Secara keilmuan metode menggunakan pencegahan kehamilan dengan cara tersebut memang masuk akal dan bisa dipertanggungjawabkan.

Lantas bagaimana cara pemakaiannya?

Seperti dilansir Kompas.com dari Popular Science, Sabtu (19/8/2023) kotoran buaya berfungsi sebagai penghalang fisik antara vagina dan leher rahim, yang akan mencegah sebagian atau bahkan semua sperma bertemu dengan sel telur.

Baca juga: Pasangan dengan Seksual Tinggi Cenderung Berselingkuh, Ini Dia Ciri-cirinya

Dicampur Madu

Sifat kotoran yang mudah dibentuk memungkinkan penghalang yang lebih nyaman dan efektif daripada benda keras yang sudah jadi seperti sepotong kayu atau logam.

Orang Mesir kuno tidak hanya mengandalkan kotoran buaya.

Mereka dengan cerdik mencampur madu dengan daun akasia yang ditumbuk. Kedengarannya mengerikan, tapi itu masuk akal.

Madu adalah agen antimikroba yang akan membantu menjaga alat kontrasepsi menyebabkan infeksi.

Sedangkan daun akasia menghasilkan asam laktat spermisida yang merupakan bahan aktif kontrasepsi modern.

Wanita Mesir kuno juga menggunakan spons yang direndam dalam cuka yang akan memberikan penghalang sekaligus membuat tingkat pH atau keasaman vagina kurang ramah bagi sperma.

Meskipun kita tidak tahu pasti seberapa baik ramuan seperti itu akan bekerja, resep dasar penghalang fisik dan aditif pembunuh sperma adalah kombo klasik, yang ditemukan berulang kali di dunia kuno.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved