Sabtu, 25 April 2026

Pasangan dengan Seksual Tinggi Cenderung Berselingkuh, Ini Dia Ciri-cirinya

Penelitian menyebutkan, orang-orang yang punya pasangan seksual lebih tinggi, atau memiliki kecenderungan untuk berselingkuh

tribunbogor
Ilustrasi Selingkuh, kenali tanda-tanda pasangan yang berselingkuh 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Akhir-akhir ini sering diberitakan selebritas cerai karena perselingkuhan, apakah Anda tahu ciri-cirinya? 

Lamanya hubungan tidak berdampak pada apakah pasangan akan selingkuh.

Apakah Anda dapat melihat tanda-tanda pasangan selingkuh?

Ada orang yang terlalu cepat mengikat tali cinta sebelum punya 'jam terbang' dalam menjalin hubungan.

Tetapi, ada juga tipe orang yang dingin dan penuh perhitungan yang mahir menutupi jejak perselingkuhan.

Penelitian menyebutkan, orang-orang yang punya pasangan seksual lebih tinggi, atau memiliki kecenderungan impulsif, lebih cenderung untuk berselingkuh.

Peneliti di University of Queensland mempelajari mengapa orang tidak setia.

Baca juga: Kebenaran Terungkap, Ari Wibowo Selingkuh, Saksi: Kebetulan Saya tak Kepo, Jadi tak Difoto

Mereka menemukan bahwa ada faktor-faktor tertentu yang mengindikasikan seseorang lebih mungkin untuk berselingkuh.

Menurut temuan yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology, orang yang impulsif paling mungkin selingkuh.

Alasannya,  hanya karena mereka tidak berhenti sejenak untuk mempertimbangkan situasi, melainkan bertindak berdasarkan pikiran dan emosi.

Selain itu, mereka yang memiliki lebih banyak pasangan seksual pada masa lalu cenderung tidak setia dan mencari pasangan lain karena telah mengembangkan “keterampilan” tertentu di bidang tersebut.

"Peserta yang telah mengalami keintiman seksual dengan lebih banyak pasangan juga melaporkan seks ekstradiadik dan kecenderungan ciuman ekstradiadik," kata peneliti.

Kecenderungan itu mungkin disebabkan karena keterampilan individu dalam rayuan seksual atau mencari pasangan seks.

Tidak mengherankan, alasan utama perselingkuhan adalah perasaan, terlepas dari pasangan dan kepuasan hubungan yang rendah.

Peneliti juga menemukan bahwa jangka waktu dan kedalaman komitmen hubungan berdampak minimal pada kesetiaan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved